Palu, Jurnalsulteng.com- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) akan menggelar rembuk usahawan yang berada di Kawasan Timur Indonesia (KTI), di Palu pada 17 Februari 2015.
Ketua Panitia Pelaksana Hardy D Yambas mengatakan rembuk tersebut akan membahas strategi penguatan investasi berbasis sumber daya alam lokal menuju masyarakat ekonomi ASEAN (MEA).
"Kami Kadin Sulawesi Tengah hanya memfasilitasi, nanti yang mengundang ketua-ketua Kadin se Kawasan Timur Indonesia adalah Kadin pusat," katanya yang dikutip dari Antara, Rabu (11/2/2015).
Hardy mengatakan kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari Musyawarah Daerah Kadin VI Provinsi Sulawesi Tengah yang akan berlangsung 16 Februari 2015.
Menurut Hardy melalui rembuk usahawan tersebut diharapkan terbukanya ruang informasi bagi para pengusaha terkait peluang investasi di kawasan timur Indonesia khususnya berbasis potensi kemaritiman.
"Sulawesi Tengah ini sangat kaya dengan potensi kelautannya, tetapi investasi yang masuk masih sangat minim," katanya.
Bahkan kata Hardy peengusaha yang tergabung dalam Kadin Sulawesi Tengah belum ada yang fokus berinvestasi di sektor kelautan dan perikanan.
"80 persen anggota Kadin itu kontraktor," katanya.
Kadin Sulawesi Tengah telah menyampaikan rencana tersebut ke Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola.
Longki Djanggola menyambut positif rencana tersebut dan diharapkan dapat memicu lahirnya iklim investasi di daerah.[Ant]
Ketua Panitia Pelaksana Hardy D Yambas mengatakan rembuk tersebut akan membahas strategi penguatan investasi berbasis sumber daya alam lokal menuju masyarakat ekonomi ASEAN (MEA).
"Kami Kadin Sulawesi Tengah hanya memfasilitasi, nanti yang mengundang ketua-ketua Kadin se Kawasan Timur Indonesia adalah Kadin pusat," katanya yang dikutip dari Antara, Rabu (11/2/2015).
Hardy mengatakan kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari Musyawarah Daerah Kadin VI Provinsi Sulawesi Tengah yang akan berlangsung 16 Februari 2015.
Menurut Hardy melalui rembuk usahawan tersebut diharapkan terbukanya ruang informasi bagi para pengusaha terkait peluang investasi di kawasan timur Indonesia khususnya berbasis potensi kemaritiman.
"Sulawesi Tengah ini sangat kaya dengan potensi kelautannya, tetapi investasi yang masuk masih sangat minim," katanya.
Bahkan kata Hardy peengusaha yang tergabung dalam Kadin Sulawesi Tengah belum ada yang fokus berinvestasi di sektor kelautan dan perikanan.
"80 persen anggota Kadin itu kontraktor," katanya.
Kadin Sulawesi Tengah telah menyampaikan rencana tersebut ke Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola.
Longki Djanggola menyambut positif rencana tersebut dan diharapkan dapat memicu lahirnya iklim investasi di daerah.[Ant]





0 komentar:
Posting Komentar