![]() |
| Bandara Mutiara SIS Al Jufri Palu |
(Baca Juga: http://www.jurnalsulteng.com/2014/04/kemenhub-tawarkan-pengelolaan-bandara.html )
Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Kebandarudaraan Kementerian Perhubungan, Bambang Tjahjono, saat ditemui di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta.
"Yang banyak minat itu Labuan Bajo dan Palu," kata Bambang yang dikutip dari DetikFinance, Selasa (23/9/2014).
Bambang menurutkan, alasan investor berminat mengelola Bandara Labuan Bajo, karena potensi pariwisatanya sangat besar.
"Sekarang mau dapat tiket ke Labuan Bajo saja dari Bali susah. Kalau Palu itu, karena dia daerah baru potensinya bagus di sana," katanya.
Secara total, ada sekitar 34 investor dalam negeri yang berminat mengelola 10 bandara yang ditawarkan pemerintah.
"Kalau (investor) luar negeri ada sekitar 10 investor," kata tutupnya.
Saat ini, aturan yang menjadi payung hukum pihak swasta bisa mengelola bandara tersebut sedang dirancang. Bila sudah diluncurkan, para investor itu akan mengikuti proses tender yang dilakukan pemerintah.
Berikut 10 bandara yang ditawarkan:
1. Radin Inten II - Bandar Lampung
2. Mutiara - Palu
3. Sultan Babullah - Ternate
4. Komodo - Labuan Bajo
5. Sentani - Jayapura
6. Juwata - Tarakan
7. Tjilik Riwut - Palangkaraya
8. Fatmawati Soekarno - Bengkulu
9. Hananjoedin - Tanjung Pandan
10. Matahora - Wakatobi





0 komentar:
Posting Komentar