Merasa dicatut, PRD Tolak Klaim POSPERA dan PENA 98 )
Dalam kegiatan tersebut banyak terlibat kader-kader partai politik seperti PDIP dan NasDem. Bahkan penanggung jawab acara kongres POSPERA Ketua DPW NasDem Sulteng, H.Ahmad Ali, SE. Gaung kehadiran Presiden Jokowi sebelumnya sudah tersiar luas. Hampir mewarnai lembaran koran, media sosial. Bahkan Pajangan Baliho ukuran besar mewarnai beberapa sudut kota bahkan kabupaten. Sayangnya hingga pembukaan Kongres POSPERA, kemarin (Rabu, 7/1/2015), sang presiden dipastikan tidak bisa hadir.
Akibat gagalnya datangnya sang Presiden, desas-desus pun muncul. Informasi yang diperoleh Jurnalsulteng.com menyebutkan, pada Selasa (6/1/2015) malam, digelar rapat internal NasDem Provinsi Sulteng. Dalam rapat tersebut dibahas tentang pemberhentian kader NasDem sekaligus merencana me-PAW anggota dewan.
Ketua Harian DPW NasDem Sulteng, Aristan yang dikonfirmasi membantah isu tersebut. "Saya harus klirkan, bahwa NasDem bukan Pospera, karena itu NasDem tidak mengurusi masalah Pospera dan kedatangan Jokowi. NasDem itu tidak ada urusannya dengan kader-kadernya apakah jokowi hadir atau tidak dalam konggres pospera," jelas Aristan, melalui pesan singkatnya.
Dikatakannya, kalaupun ada kader NasDem di Pospera itu adalah pilihan dan urusan pribadi mereka masing-masing. Tidak ada hubungannya dengan NasDem. NasDem katanya tidak pernah menugaskan dan tidak mengurusi mereka dalam pelanksanaan Kongres POSPERA tersebut.
"Isu itu tdak benar. Kalau ada hal-hal yang berkaitan dengan politik ataupun keputusan resmi Partai NasDem, pasti kali akan rilis secara resmi dan terbuka,"" tutup Aristan.
Sementara, terkait rencana kedatangan Presiden Jokowi ke Sulteng, diperoleh informasi dari jadwal di sekretariat kepresidenan, bahwa Presiden akan berkunjung ke Palu pada pada minggu kedua bulan pebruari 2015.
Kedatangan Presiden Jokowi itu sudah teragendakan sejak sejak tanggal 21 September 2014 lalu. Kedatangan Presiden itu rencananya dalam rangka pelantikan Pengurus DPD HIMTANI (Himpunan Masyarakat Petani Nelayan) se-Sulawesi yang akan dilaksanakan di Kota Palu. Bahkan kabarnya, surat pemberitahuan tentang kedatangan Presiden Jokowi juga sudah ditembuskan ke gubernur dan bupati/walikota se-Sulawesi. Termasuk lima menteri dipastikan hadir, yakni Menteri kordinator kemaritiman, Menteri Pertanian, Kelautan dan perikanan serta Menteri Kehutanan dan Menteri Lingkungan Hidup. [Yus]
Dalam kegiatan tersebut banyak terlibat kader-kader partai politik seperti PDIP dan NasDem. Bahkan penanggung jawab acara kongres POSPERA Ketua DPW NasDem Sulteng, H.Ahmad Ali, SE. Gaung kehadiran Presiden Jokowi sebelumnya sudah tersiar luas. Hampir mewarnai lembaran koran, media sosial. Bahkan Pajangan Baliho ukuran besar mewarnai beberapa sudut kota bahkan kabupaten. Sayangnya hingga pembukaan Kongres POSPERA, kemarin (Rabu, 7/1/2015), sang presiden dipastikan tidak bisa hadir.
Akibat gagalnya datangnya sang Presiden, desas-desus pun muncul. Informasi yang diperoleh Jurnalsulteng.com menyebutkan, pada Selasa (6/1/2015) malam, digelar rapat internal NasDem Provinsi Sulteng. Dalam rapat tersebut dibahas tentang pemberhentian kader NasDem sekaligus merencana me-PAW anggota dewan.
Ketua Harian DPW NasDem Sulteng, Aristan yang dikonfirmasi membantah isu tersebut. "Saya harus klirkan, bahwa NasDem bukan Pospera, karena itu NasDem tidak mengurusi masalah Pospera dan kedatangan Jokowi. NasDem itu tidak ada urusannya dengan kader-kadernya apakah jokowi hadir atau tidak dalam konggres pospera," jelas Aristan, melalui pesan singkatnya.
Dikatakannya, kalaupun ada kader NasDem di Pospera itu adalah pilihan dan urusan pribadi mereka masing-masing. Tidak ada hubungannya dengan NasDem. NasDem katanya tidak pernah menugaskan dan tidak mengurusi mereka dalam pelanksanaan Kongres POSPERA tersebut.
"Isu itu tdak benar. Kalau ada hal-hal yang berkaitan dengan politik ataupun keputusan resmi Partai NasDem, pasti kali akan rilis secara resmi dan terbuka,"" tutup Aristan.
Sementara, terkait rencana kedatangan Presiden Jokowi ke Sulteng, diperoleh informasi dari jadwal di sekretariat kepresidenan, bahwa Presiden akan berkunjung ke Palu pada pada minggu kedua bulan pebruari 2015.
Kedatangan Presiden Jokowi itu sudah teragendakan sejak sejak tanggal 21 September 2014 lalu. Kedatangan Presiden itu rencananya dalam rangka pelantikan Pengurus DPD HIMTANI (Himpunan Masyarakat Petani Nelayan) se-Sulawesi yang akan dilaksanakan di Kota Palu. Bahkan kabarnya, surat pemberitahuan tentang kedatangan Presiden Jokowi juga sudah ditembuskan ke gubernur dan bupati/walikota se-Sulawesi. Termasuk lima menteri dipastikan hadir, yakni Menteri kordinator kemaritiman, Menteri Pertanian, Kelautan dan perikanan serta Menteri Kehutanan dan Menteri Lingkungan Hidup. [Yus]





0 komentar:
Posting Komentar