>
Headlines News :
Home » » 34 Jenazah Dievakuasi di Hari Kedelapan

34 Jenazah Dievakuasi di Hari Kedelapan

Written By Unknown on Minggu, 04 Januari 2015 | 23.16.00

Anggota Korps Marinir TNI mengangkat kantong berisi jenazah korban AirAsia QZ8501 ke Pangkalan Bun.  Sampai hari ini
cuaca yang kurang bersahabat masih menjadi kendala dalam operasi pencarian dan penyelematan QZ8501. 
[Foto: USA Today]

Jakarta, Jurnalsulteng.com-  Badan SAR Nasional (Basarnas) bersama tim gabungan telah menemukan sebanyak 34 jenazah korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501.

Area pencarian pada hari kedelapan ini masih di sekitaran Selat Karimata, Kalimantan Tengah yang  menjadi lokasi jatuhnya pesawat rute Surabaya-Singapura itu pada 28 Desember lalu.

"Total sudah ada 34 jenazah yang dievakuasi. Semuanya sudah terkirim ke Surabaya," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya FH Bambang Soelistyo di kantornya, Kemayoran, Jakarta, Minggu (4/1/2015).

Empat jenazah telah diberangkatkan dari RSUD Sultan Imanuddin menuju Landasan Udara Iskandar Pangkalan Bun untuk diterbangkan ke Surabaya.

Empat jenazah orang dewasa ini terdiri dari tiga laki-laki dan satu perempuan. Selain empat jenazah, juga ada tulang rahang yang diperkirakan dari korban lainnya.

"Kondisi jenazah mulai rusak, tapi masih utuh. Ada properti melekat seperti dompet, tapi untuk identitasnya nanti tim di Surabaya yang mengumumkannya," kata Koordinator Tim DVI Mabes Polri di Pangkalan Bun, Kombes Polisi Hariyanto, Minggu (4/1/2015).

Jenazah diberangkatkan dari rumah sakit sekitar pukul 18.00 WIB diiringi hujan yang mengguyur Pangkalan Bun. Dengan demikian, sudah 34 jenazah yang dievakuasi dan diterbangkan ke Surabaya.

Sementara, Tim DVI Polda Jatim hari ini berhasil mengidentifikasi tiga jenazah korban AirAsia. Yakni dua jenazah perempuan, dan satu laki-laki.

Identifikasi primer dari gigi dan sidik jari, label jenazah B018 adalah Wismoyo Ari Prambudi dengan tinggi badan 170-175 centimeter dan usia 24 tahun. Wismoyo merupakan pramugara AirAsia yang tinggal di Klaten, Jawa Tengah.

Selanjutnya, jenazah label B015 teridentifikasi berjenis kelamin perempuan atas nama Tjie Stevie Gunawan bertempat tinggal di Surabaya. Hasil identifikasi ini berdasarkan metode primer, sekunder, dan properti berupa hasil rekaman CCTV di Bandara Juanda. Korban mengenakan sweater lengan panjang warna merah muda, celana jeans panjang warna biru, dan kaos hitam putih bergambar minie mouse.

Untuk label jenazah B016, berdasarkan metode primer sidik jari antara ante mortem dan post mortem. Kemudian dari metode sekunder adalah penumpang bernama Juanita Limantara, usia 30 tahun dengan alamat Surabaya. [Rmol/Ant]

Share this article :

0 komentar:

Jurnalsulteng.com on Facebook

 
Developed by : Darmanto.com
Copyright © 2016. JURNAL SULTENG - Tristar Mediatama - All Rights Reserved
Template by Creating Website
Proudly powered by Blogger