>
Headlines News :
Home » » ICW: Perusahaan Sebagian Sahamnya Milik Asing Penyumbang Jokowi

ICW: Perusahaan Sebagian Sahamnya Milik Asing Penyumbang Jokowi

Written By Unknown on Kamis, 18 September 2014 | 22.37.00

Jokowi
Jakarta, Jurnalsulteng.com- Indonesia Corruption Watch (ICW) melakukan audit terhadap dana kampanye pasangan capres terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) pada Pilpres 2014.

Peneliti ICW Firdaus Ilyas mengatakan, dari sampling sebanyak 11.775 penyumbang hanya 17 badan usaha dan 189 orang yang melengkapi surat pernyataan menyumbang, serta 101 di antaranya dilengkapi dengan identitas.

Dalam audit diketahui, terdapat tiga orang penyumbang tidak dapat dikonfirmasi atas besarnya dana yang disumbangkan kepada Jokowi-JK. Padahal, terdapat batasan sumbangan bagi perorangan untuk kampanye capres.

"Ada tiga orang yang tidak dapat dikonfirmasi karena jumlah sumbangannya cukup besar. Yaitu atas nama Inggrit Sridanti sebesar Rp 7,5 juta, Cendrayani Sunardja Rp 75 juta, dan Tania Meladi Rp 10 juta," beber Firdaus dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Kalibata Timur, Jakarta, Kamis (18/9/2014).

Selain itu, lanjutnya, juga terdapat dua badan usaha yang sebagian sahamnya dimiliki asing ikut jadi penyokong dana Jokowi-JK. Yakni PT Ultra Prima Abadi menyumbang sebesar Rp 5 miliar, dan PT Semen Bosowa Indonesia menyumbang Rp 5 miliar.

Menurut Firdaus yang dikutip dari Rakyat Merdeka Online, tim kampanye pasangan Jokowi-JK tidak melakukan pencatatan dana kampanye secara transparan. Hal ini terlihat dari penyumbang yang tidak dapat dikonfirmasi, serta tidak dilengkapinya surat pernyataan dan identitas diri.

"Hasil audit Jokowi-JK disebutkan beberapa penyumbang dikirimkan surat konfirmasi, namun tidak jelas disebutkan berapa orang yang mengonfirmasi dan jumlah nilainya," ujarnya.

"Untuk sumbangan berupa jasa, tim kampanye Jokowi-JK juga tidak melampirkan tabel harga pembanding kewajaran," demikian Firdaus. [Rmol]
ICW: Perusahaan Sebagian Sahamnya Milik Asing Penyumbang Jokowi

Jakarta, Jurnalsulteng.com- Indonesia Corruption Watch (ICW) melakukan audit terhadap dana kampanye pasangan capres terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) pada Pilpres 2014.

Peneliti ICW Firdaus Ilyas mengatakan, dari sampling sebanyak 11.775 penyumbang hanya 17 badan usaha dan 189 orang yang melengkapi surat pernyataan menyumbang, serta 101 di antaranya dilengkapi dengan identitas.

Dalam audit diketahui, terdapat tiga orang penyumbang tidak dapat dikonfirmasi atas besarnya dana yang disumbangkan kepada Jokowi-JK. Padahal, terdapat batasan sumbangan bagi perorangan untuk kampanye capres.

"Ada tiga orang yang tidak dapat dikonfirmasi karena jumlah sumbangannya cukup besar. Yaitu atas nama Inggrit Sridanti sebesar Rp 7,5 juta, Cendrayani Sunardja Rp 75 juta, dan Tania Meladi Rp 10 juta," beber Firdaus dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Kalibata Timur, Jakarta, Kamis (18/9/2014).

Selain itu, lanjutnya, juga terdapat dua badan usaha yang sebagian sahamnya dimiliki asing ikut jadi penyokong dana Jokowi-JK. Yakni PT Ultra Prima Abadi menyumbang sebesar Rp 5 miliar, dan PT Semen Bosowa Indonesia menyumbang Rp 5 miliar.

Menurut Firdaus yang dikutip dari Rakyat Merdeka Online, tim kampanye pasangan Jokowi-JK tidak melakukan pencatatan dana kampanye secara transparan. Hal ini terlihat dari penyumbang yang tidak dapat dikonfirmasi, serta tidak dilengkapinya surat pernyataan dan identitas diri.

"Hasil audit Jokowi-JK disebutkan beberapa penyumbang dikirimkan surat konfirmasi, namun tidak jelas disebutkan berapa orang yang mengonfirmasi dan jumlah nilainya," ujarnya.

"Untuk sumbangan berupa jasa, tim kampanye Jokowi-JK juga tidak melampirkan tabel harga pembanding kewajaran," demikian Firdaus. [Rmol]
Share this article :

0 komentar:

Jurnalsulteng.com on Facebook

 
Developed by : Darmanto.com
Copyright © 2016. JURNAL SULTENG - Tristar Mediatama - All Rights Reserved
Template by Creating Website
Proudly powered by Blogger