Palu, Jurnalsulteng.com - Bukan rahasia umum lagi, khususnya dikalangan jurnalis jika dalam setiap tahunnya, pemerintah provinsi melalui anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) mengucurkan dana ratusan juta rupiah untuk mendukung kerja-kerja para kuli disket, tidak terkecuali wartawan yang ngepos dan melakukan peliputan dilingkungan DPRD Provinsi (Deprov) Sulteng. Terbukti untuk tahun 2013, Pemprov mengalokasi dana sekira Rp 150 juta lebih.
Namun sayangnya, dana bantuan tersebut hanya dinikmati segelintir oknum wartawan tertentu saja. Tak ayal kondisi tersebut, menimbulkan ragam pertanyaan dikalangan wartawan itu sendiri, khususnya yang sering melakukan peliputan dilingkup Deprov. Pasalnya, pengelola press room terkadang tebang pilih dalam setiap mengikutsertakan wartawan/media dalam kunjungan kerja (Kunker) para anggota dewan baik ke luar kota maupun kunjungan kedaerah pemilihan (Dapil).
“Betul hanya wartawan yang itu-itu saja yang berangkat, karena yang menentukan pengelola pres room, padahal kalau mau jujur media kita juga eksis,” tutur salah seorang wartawan media harian yang minta namanya tidak dikorankan.
Mestinya pengelola press room Deprov bersikap bijak, karena antara media harian dan mingguan, statusnya sama dimata publik. Menurutnya, saat ini sudah memasuki triwulan empat, tidak ada agenda kegiatan yang dilakukan press room Deprov, termasuk saat bulan suci ramadhan lalu. Padahal diera-era sebelumnya, pengelola press room sering menggelar kegiatan, baik itu berupa seminar, dialog termasuk buka puasa bersama. Anehnya kondisi tersebut tidak terjadi, sementara informasi yang beredar bahwa sebagian dana press room telah dicairkan. “ Jika indikasi ini benar, patut dipertanyakan wartawan-wartawan mana saja yang menggunakan dana tersebut,” tuturnya.
Pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) Deprov Haeran yang dikonfirmasi menturkan, pihaknya hanya menindaklanjuti proposal yang diajukan oleh pengelola press room . “ Apapun yang mereka usulkan kita tindaklanjuti, agar proses pencarian bisa lancar, karena dana itu merupakan dana press room, kita tidak punya kewenangan untuk menahan,” tuturnya.
Menurutnya, persoalan dana itu digunakan untuk kegiatan apa, itu merupakan tanggungjawab pengelola press room, karena usai kegiatan kami meminta pertanggungjawaban mereka , baik penggunaan dana maupun kegiatannya. “Jujur yang punya dana ini press room, kami hanya memproses pencairannya,” tandas Haeran.(Gus)
Editor:Sutrisno
Namun sayangnya, dana bantuan tersebut hanya dinikmati segelintir oknum wartawan tertentu saja. Tak ayal kondisi tersebut, menimbulkan ragam pertanyaan dikalangan wartawan itu sendiri, khususnya yang sering melakukan peliputan dilingkup Deprov. Pasalnya, pengelola press room terkadang tebang pilih dalam setiap mengikutsertakan wartawan/media dalam kunjungan kerja (Kunker) para anggota dewan baik ke luar kota maupun kunjungan kedaerah pemilihan (Dapil).
“Betul hanya wartawan yang itu-itu saja yang berangkat, karena yang menentukan pengelola pres room, padahal kalau mau jujur media kita juga eksis,” tutur salah seorang wartawan media harian yang minta namanya tidak dikorankan.
Mestinya pengelola press room Deprov bersikap bijak, karena antara media harian dan mingguan, statusnya sama dimata publik. Menurutnya, saat ini sudah memasuki triwulan empat, tidak ada agenda kegiatan yang dilakukan press room Deprov, termasuk saat bulan suci ramadhan lalu. Padahal diera-era sebelumnya, pengelola press room sering menggelar kegiatan, baik itu berupa seminar, dialog termasuk buka puasa bersama. Anehnya kondisi tersebut tidak terjadi, sementara informasi yang beredar bahwa sebagian dana press room telah dicairkan. “ Jika indikasi ini benar, patut dipertanyakan wartawan-wartawan mana saja yang menggunakan dana tersebut,” tuturnya.
Pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) Deprov Haeran yang dikonfirmasi menturkan, pihaknya hanya menindaklanjuti proposal yang diajukan oleh pengelola press room . “ Apapun yang mereka usulkan kita tindaklanjuti, agar proses pencarian bisa lancar, karena dana itu merupakan dana press room, kita tidak punya kewenangan untuk menahan,” tuturnya.
Menurutnya, persoalan dana itu digunakan untuk kegiatan apa, itu merupakan tanggungjawab pengelola press room, karena usai kegiatan kami meminta pertanggungjawaban mereka , baik penggunaan dana maupun kegiatannya. “Jujur yang punya dana ini press room, kami hanya memproses pencairannya,” tandas Haeran.(Gus)
Editor:Sutrisno





0 komentar:
Posting Komentar