>
Headlines News :

Berita Pilihan

Berita Terkini

Tampilkan postingan dengan label Jurnal Health. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jurnal Health. Tampilkan semua postingan

Bahaya Kekurangan Zat Besi pada Anak

Written By Unknown on Kamis, 24 November 2016 | 15.15.00


Jurnalsulteng.com – Nutrisi awal kehidupan sangat penting sebagai pondasi kesehatan bagi anak. Si kecil, yang tercukupi kebutuhan nutrisinya akan menjadi anak yang sehat dan mampu beraktivitas dengan baik. Bahkan, berpotensi untuk memiliki kerampilan sosial lebih baik dibanding mereka yang nutrisinya tidak tercukupi.

Menurut R&D Director Danone Nutricia Early Life Nutrition Indonesia, Oi Po Leong, masalah terbesar anak-anak Indonesia khususnya anak usia satu tahun ke atas adalah kekurangan zat besi atau anemia. Obesitas dan tubuh pendek juga menjadi dua permasalahan dalam tumbuh kembang anak-anak.

"Masalah terbesar anak-anak Indonesia berusia satu tahun ke atas adalah kekurangan zat besi dan zat zinc, anemia. Oleh karena itu kami berusaha mengembangkan produk kami dan memodifikasi formulasi nutrisi yang tepat bagi anak Indonesia," kata Oi di pusat penelitian Nutricia di Biopolis, Singapura, Rabu (23/11/2016).

Seperti diketahui, akibat kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia defisiensi besi dengan segala gejala yang ditimbulkannya mulai dari lemah, lesu, pusing dan lain-lain.

Zat besi yang dibutuhkan anak dalam satu hari adalah 100 gram. Sementara itu, pada satu buah pisang misalnya, hanya mengandung 0,5 mg zat besi. Itu artinya, untuk memenuhi kebutuhan 100 gram zat besi anak harus memakan 2 kg pisang dalam sehari.

Artinya, makanan tidak cukup satu jenis saja. Belum lagi sayuran mengandung antinutrien yang menjadi penghambat penyerapan zat besi. [***]

Source; VIVA.co.id

Uji Kebahagiaanmu dengan Lima Pertanyaan

Written By Unknown on Minggu, 30 Oktober 2016 | 10.34.00


Jurnalsulteng.com - Pernahkah terpikir apa yang membuat hidup ini terasa lengkap? Memiliki kekasih, bisa keliling dunia, atau sukses menapaki karier ke urutan paling tinggi?

Menurut ahli gaya hidup Sarah Jones, kebahagiaan lebih sederhana dari hal-hal tersebut.

Sebagaimana dikutip dari Independent, Sarah merangkum lima pertanyaan 'emas' dalam hidup. Jika bisa menjawabnya, maka hidup seharusnya sudah berasa lengkap dan bahagia.

1. Apa hal yang paling disukai?

Memahami hal ini merupakan sebuah hal yang penting. Tak hanya itu, ini juga menjadi kunci utama untuk menjalani hidup.

Kegemaran adalah hal penting yang harus diketahui di dalam diri, sehingga memahami apa yang membuat hidup berarti. Jika sudah mengetahuinya, hal itu lah yang dapat digunakan untuk melakukan segala sesuatu agar menjadi baik.

2. Apakah sudah bahagia?

Untuk mendapatkan kebahagiaan abadi, seseorang harus merasa bahwa segalanya sudah berjalan sesuai alurnya.

Menjadi bahagia tidak hanya penting untuk meraih mimpi, namun juga bisa membantu orang lain untuk meraih ambisi dan mengembangkan potensi mereka.

3. Seberapa sering tersenyum?

Terbangun dari tidur dan tersenyum adalah kunci utama untuk hidup dengan baik. Pastikan untuk tersenyum setiap hari, entah tersenyum karena hal yang dicintai atau karena hal-hal sederhana lain.

Dengan satu senyuman di wajah, seseorang bisa menularkan kebahagiaan pada teman atau orang asing, dan hal itu dapat membawa perubahan besar dalam hidup.

4. Apakah termasuk tipe orang yang pesimistis?

Setiap hari, seseorang harus menerima segala hal yang ada dalam dirinya, apa adanya. Dengan adanya energi positif, maka hal itu bisa membuat diri merasa lebih baik. Tentu saja hal tersebut juga bisa menyehatkan jiwa dan raga. Dengan menghargai diri sendiri, seseorang bisa terhindar dari beragam penyakit.

5. Apakah menangis secara rutin?

Bagi kebanyakan orang menangis adalah salah astu tanda kelemahan. Namun kenyataannya justru sebaliknya.

Air mata adalah salah satu cara terbaik untuk mengeluarkan emosi negatif. Hal itu juga bisa membantu untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya dirasakan. Menangis dapat melepaskan emosi, sehingga bisa merasa lega dengan mudah.(***)

Source; CNNIndonesia

Lima Penyebab Kanker Payudara pada Wanita Karier

Written By Unknown on Jumat, 14 Oktober 2016 | 14.05.00

Ilustrasi

Jurnalsulteng.com - Wanita karier punya risiko terkena kanker payudara 70 persen lebih tinggi ketimbang ibu rumah tangga atau perempuan yang bekerja sebagai staf bawah, berdasarkan penelitian dokter Tetyana Pudrovska peneliti utama Higher Status Occupations and Breast Cancer. 

Dokter Doddy Permadi dari Garda Medika Asuransi Astra mengemukakan lima penyebab kanker payudara pada wanita karir dalam acara Octobreast di CGV Blitz Mall of Indonesia Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (13/10/2016) petang. 

Salah satu penyebab tingginya risiko kanker payudara pada wanita karir adalah tidak menyusui akibat kesibukan pekerjaannya. Proses menyusui membuat sel-sel payudara menjadi matang sehingga kemungkinan kecil bermutasi. 

Menunda kehamilan juga menjadi penyebab risiko kanker payudara. Doddy menjelaskanperempuan yang tidak punya anak atau baru hamil pertama pada usia tua, di atas 35 tahun, berisiko kena kanker payudara.  Selain itu, stres pekerjaan, polusi udara dan kurang tidur juga memberi kontribusi tingginya risiko kanker payudara. 

Secara umum, faktor yang menimbulkan risiko kanker payudara meliputi genetik, terapi hormon setelah menopause, riwayat alkoholik dan obesitas, menstruasi dini (dimulai pada usia 10 tahun) dan late menopause (di atas 55 tahun masih menstruasi). 

USG dan mammografi adalah beberapa pemeriksaan untuk mendeteksi kanker payudara. Pemeriksaan dini ini harus rutin dilakukan, setidaknya setahun sekali. 

Doddy menambahkan, khusus untuk perempuan di bawah 40 tahun, metode USG lebih cocok karena jaringan payudara masih lebih padat. 

Bila terlanjur divonis menderita kanker payudara, pengobatan bisa dilakukan lewat pembedahan, radioterapi dan kemoterapi.(***)

Source; Antara

Pentingnya Memahami Pemberian Makanan Bernutrisi untuk Anak

Written By Unknown on Rabu, 28 September 2016 | 10.13.00

Ilustrasi

Jurnalsulteng.com –Asupan gizi yang baik, sangat dibutuhkan untuk si kecil yang sedang dalam masa pertumbuhan. Hal ini diperlukan, agar tumbuh kembangnya optimal. Oleh karena itu, orangtua dianjurkan untuk memberikan nutrisi secara makro dan mikro pada anak.

Saat anak di usia dini, 1-3 tahun, banyak orangtua yang masih bingung dalam memberikan asupan nutrisi yang seimbang. Untuk itu, disarankan agar orangtua selalu berpedoman pada piramida makanan dan tidak lagi berpatokan pada empat sehat lima sempurna.

"Sekarang pedomannya adalah piramida makanan mencakup jenis karbohidrat paling banyak, protein secara hewani dan nabati, vitamin dan mineran di sayur dan buah, serta lemak," ucap ahli nutrisi, dr. Dian Permatasari, M. Gizi, SpGK, yang ditemui di acara Dukung Anak Indonesia Menjadi Anak Yang Supel, Jakarta, Selasa, (27/9/2016).

Ditambahkannya, pemberian jenis-jenis asupan tersebut harus semakin sedikit jumlah pada bagian atas atau piramidanya. Namun, pemberian nutrisi paling penting dari piramida tersebut bisa dibagi menjadi dua yaitu mikro dan makro.

"Makronutrien itu mencakup protein seperti tempe, tahu, daging kemudian susu. Susu dinilai penting karena memiliki efek kalsium yang tinggi. Sedangkan mikronutrien mencakup vitamin dan mineral dari sayur dan buah," jelasnya.

Ia berujar bahwa pemberian keduanya tersebut harus berimbang agar membantu mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Di samping itu, pemberian asupan gizi sebaiknya dibarengi juga dengan pola hidup sehat yang dicontohkan orangtua.

"Ajak anak banyak beraktivitas fisik, minum air putih delapan gelas sehari, dan terakhir yang sering diabaikan adalah mencuci tangan sebelum mencicipi makanan," kata dia.

 Source; VIVA.co.id

Tips Agar Aroma Parfum Tahan Lama

Written By Unknown on Senin, 19 September 2016 | 19.23.00


Jurnalsulteng.com – Pernahkah Anda merasa bahwa parfum yang Anda beli tidak tahan lama meskipun sudah membeli dengan harga yang cukup mahal?

Parfum kaya akan alkohol dan cenderung cepat menguap jika tidak digunakan dengan benar. Lalu apa saja yang bisa membuat parfum menjadi tahan lama? Berikut ini caranya, seperti dilansir dari laman Boldsky.

1. Penyimpanan
Jika Anda ingin membuat parfum Anda tahan lama, pastikan bahwa Anda menyimpannya di tempat sejuk dan gelap. Cahaya berlebihan atau suhu panas dapat merusak senyawa kimia dalam parfum, sehingga kualitasnya pun menurun. Hindari menyimpan parfum di kamar mandi.

2. Gunakan petroleum jelly

Jika Anda ingin wangi parfum Anda tahan lama, pastikan Anda menggunakan petroleum jelly sebelum menyemprotkan parfum ke tubuh Anda. Bahan ini mampu menahan wangi parfum lebih lama.

3. Gunakan sebelum berpakaian
Salah satu kesalahan terbesar yang cenderung kita lakukan adalah menyemprotkan parfum setelah berpakaian. Cara sebenarnya adalah sebaliknya, yaitu semprotkan setelah mandi. Tidak hanya membuat wangi parfum tahan lama, tetapi juga menghindari kerusakan pakaian atau perhiasan Anda akibat parfum.

4. Hindari menggosok pergelangan tangan
Sebaiknya jangan menggosokkan pergelangan tangan satu sama lain. Hal ini justru menyebabkan parfum hilang seketika. Kebiasaan ini membuat aroma dasar parfum cepat menghilang.

5. Semprotkan di bagian nadi
Pastikan Anda menyemprot parfum tepat di titik nadi. Semprotkan di bagian belakang telinga, di leher bagian tengah, dan kedua pergelangan tangan. Titik nadi akan mengatifkan kandungan alkohol dalam parfum dan membuatnya tahan lama.

6. Semprotkan pada sisir
Tidak hanya pada tubuh, menyemprotkan parfum pada sisir juga menjadi trik yang bagus untuk membuat aroma parfum lebih tahan lama.

7. Semprot ke udara
Menyemprot parfum berulang kali tidak membuatnya menjadi tahan lebih lama, mungkin hanya beberapa saat. Yang perlu dilakukan, Anda cukup menyemprot parfum ke udara dan bergerak menuju arah yang sama, dengan begitu aroma parfum akan melekat di kulit Anda.(***)

Source; Viva.co.id

Ini Tanda Kondisi Tubuh Kurang Sehat

Written By Unknown on Selasa, 06 September 2016 | 09.55.00


Jurnalsulteng.com – Kesibukan pekerjaan kadang membuat orang lupa memikirkan kesehatan diri sendiri. Dan ketika sakit kepala melanda atau tidak enak badan, kebanyakan orang akan minum obat, namun tetap melanjutkan pekerjaan.

Padahal hal tersebut merupakan sinyal bahwa tubuh sedang terserang penyakit dan membutuhkan istirahat. Karena itu, kita perlu menyadari beberapa tanda dari tubuh yang mengisyaratkan bahwa kondisi Anda sedang tidak sehat, seperti dilansir dari Boldsky.

Tanda pertama Anda tidak sehat adalah kegemukan. Jika mengalami kelebihan berat badan, Anda harus memeriksakan kesehatan. Dan makan berlebihan bukan satu-satunya penyebab terjadinya kegemukan.

Masalah kesehatan yang berkaitan dengan kegemukan jauh lebih serius dari yang sering kita dengar, seperti masalah jantung, hypothyroidism dan diabetes. Obestias akan mempengaruhi pernafasan, suasana hati, sendi, pola tidur, dan energi seseorang.

Tanda berikutnya yang wajib diperhatikan adalah warna urin. Jika berwarna pucat atau cerah, itu artinya Anda masih dalam kondisi sehat. Namun jika warnanya sudah mulai pekat, itu mengindikasikan tubuh mengalami dehidrasi atau sedang terserang penyakit lain.

Selain itu, waspadai rasa letih berkepanjangan, yang merupakan sinyal bahwa Anda sedang dalam kondisi tidak sehat. Meskipun Anda sudah tidur nyenyak, Anda masih tetap merasa lelah, itu bisa mengindikasikan bahwa Anda mengalami masalah tiroid atau jantung, bahkan kanker.

Dan jika mengalami kulit kering terlalu sering dan mengidap demam atau flu, itu tanda bahwa Anda sedang berada dalam kondisi yang kurang sehat dan sistem imun Anda sedang lemah. Keadaan seperti ini bisa memicu timbulnya penyakit lain.

Sinyal lainnya, bibir pecah-pecah, kuku yang jelek bisa menjadi tanda bahwa Anda kekurangan vitamin. Kekurangan vitamin bisa berakibat fatal jika dibiarkan terus menerus.(***)

Source; VIVA.co.id

Rumah Sakit Gunakan Kunyit Putih untuk Atasi Kanker

Written By Unknown on Selasa, 30 Agustus 2016 | 19.29.00


Jakarta, Jurnalsulteng.com – Minuman khas Indonesia, jamu, memang terkenal memiliki banyak khasiat. Bahkan, ada salah satu bahan jamu yang dipakai untuk penanganan kanker di Rumah Sakit.

Jamu yang berbahan dasar rempah alami ini salah satunya memang memiliki khasiatnya untuk melawan sel-sel kanker.

"Di RS kanker Dharmais sudah mempromosikan jamu sebagai bahan untuk pengobatan yaitu dengan kunyit putih," ujar Ketua Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi (PPA) Kosmetika Indonesia, Putri K. Wardani, yang ditemui di Gedung Kementerian Perindustrian RI, Selasa (30/8/2016).

Putri, yang juga Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Tradisional Berbasis Budaya, menuturkan bahwa khasiat kunyit memang terkenal sebagai antiseptik. Maka dari itu, tidak heran jika rumah sakit menggunakannya sebagai salah satu cara penyembuhan pada kanker.

"Sayangnya kunyit putih yang disuntikkan ini masih buatan jepang. Dan harga satu kali suntikannya yaitu tiga juta," jelas Putri.

Tidak dipungkiri, Indonesia yang kaya dengan ragam hasil alamnya sudah seharusnya bisa mengembangkan hal tersebut menjadi suatu yang sangat bermanfaat. Sehingga masyarakat Indonesia semakin mengenal keragaman budaya milik bangsa.

"Karena orang Indonesia kurang mengenal jamu, makanya nggak tahu cara buat menjadi obat. Sebaiknya ada pelajaran mengenai jamu sejak dini sehingga jamu bisa diolah masyarakat Indonesia sendiri," kata dia.(***)

Source; Viva.co.id

Lima Cara Seimbangkan Kehidupan Pribadi dan Karier

Written By Unknown on Jumat, 26 Agustus 2016 | 09.59.00

Ilustrasi
Jurnalsulteng.com - Antara karier dan kehidupan pribadi memang harus seimbang. Namun kenyataan itu itu sulit terwujud. Tenggat penyelesaian pekerjaan seringkali membuat Anda mengorbankan waktu untuk memenuhi kebutuhan pribadi, seperti bercengkerama dengan keluarga dan teman-teman.

Namun, bukan berarti Anda harus memilih salah satu di antara karier atau kehidupkan pribadi. Anda dapat menerapkan beberapa tip berikut ini agar tetap memiliki kehidupan sendiri dan karier tetap berjalan lancar:

1. Tempat kerja yang dekat dengan...
Pilihlah kantor yang dekat dengan rumah atau rumah teman, atau tempat untuk berkumpul bersama teman. Jadi, Anda bisa menghemat waktu perjalanan.

2. Berangkat kerja lebih awal
Dengan berangkat lebih awal, Anda bisa pulang lebih cepat dan menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman untuk sekadar makan malam atau nonton bareng.

3. Hindari cek email pada malam hari
Sebaiknya Anda tidak membuka akun surat elektronik di malam hari ataupun pada akhir pekan agar tidak mengganggu waktu istirahat. Anda tidak perlu khawatir akan tertinggal deadline karena jika pekerjaan tersebut benar-benar mendesak, maka atasan atau rekan kerja akan menghubungi melalui telepon.

4. Berolahraga pada saat jam istirahat
Olahraga akan menyegarkan tubuh dan pikiran sehingga bisa menambah produktivitas Anda.

5. Susun jadwal
Jika Anda memiliki janji dengan teman, susunlah jadwal dan prioritaskan pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Sisakan pula waktu sekitar setengah jam agar Anda bisa menyelesaikan pekerjaan yang muncul tiba-tiba dan mendesak.(***)

Source; Tempo.co

Pagi Hari, Waktu Rentan Virus Menginfeksi Tubuh

Written By Unknown on Selasa, 23 Agustus 2016 | 09.03.00

Ilustrasi

Jurnalsulteng.com - Sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti dari Univeristy of Cambridge, Inggris menemukan bahwa virus--virus penyakit lebih rentan menyerang pada pagi hari. Hal itu terlihat ketika para ilmuwan menyuntikkan seekor tikus percobaan dengan virus influenza dan herpes.

Dalam penelitian ditemukan bahwa, tikus-tikus yang terinfeksi virus pada pagi hari lebih rentan menyebarkan virus dalam tubuhnya hingga sepuluh kali lipat, dibandingkan jika terinfeksi pada malam hari.

Temuan ini diharapkan dapat membantu pemerintah-pemerintah di negara manapun untuk memilih cara untuk menangani ketika diserang pandemik, dan memberikan informasi temuan ini kepada warganya.

Tidak sampai di situ, uji selanjutnya mengungkapkan dampak dari gangguan jam istirahat tubuh yang mundur atau berubah dari malam hari menjadi pagi hari. Kondisi ini biasanya dipengaruhi oleh gaya hidup ataupun jet lag.

Dilansir dari Independent, banyak yang tidak mengetahui kondisi tubuh yang mengalami gangguan jam istirahat dapat mengunci virus di dalam tubuh dan membuatnya berkembang hingga berkali-kali lipat.

Penemuan yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Proceeding of the National Academy of Sciences itu menguji peraturan sirkadian dan sistem imun tubuh secara keseluruhan. Kepala penelitian Akhilesh Reddy berharap orang dapat mengerti pengaruh virus-virus dalam waktu yang berbeda setiap harinya.

"Virus membutuhkan perlengkapan yang tepat di waktu yang juga tepat. Kalau tidak virus itu akan mati. Namun, infeksi kecil di pagi hari dapat dengan mudah mempercepat dan meranggas ke seluruh tubuh," kata Reddy kepada BBC.

"Pada masa pandemik, berada di dalam rumah pada siang hari menjadi hal yang sangat penting dan dapat menolong hidup seseorang," ujarnya.

Dia menjelaskan, masa infeksi juga dapat menjadi pengaruh besar seberapa rentannya tubuh manusia dengan penyakit. "Artinya, infeksi pada waktu yang salah dapat menyebabkan infeksi yang lebih parah," katanya.(***)

Source; CNNIndonesia

Kapan Seharusnya Wanita Berhenti Mengandung?

Written By Unknown on Senin, 08 Agustus 2016 | 20.52.00

Ilustrasi

Jurnalsulteng.com - Kapasitas reproduksi wanita memiliki umur yang terbatas. Sel telur mereka mulai tumbuh ketika masih berada dalam kandungan ibu, dan tersimpan dalam indung telurnya sampai dia mulai menstruasi.

Setiap bulan, lebih dari 400 sel telur hilang karena erosi hingga 4 juta sel telur yang dimilikinya habis dan mereka mulai memasuki masa menopause. Umumnya, wanita memasuki masa menopause di usia 50-an. Tak hanya itu, setiap kali wanita mengalami proses kehamilan, ada sejumlah risiko yang mungkin terjadi. Di setiap usia, risiko itu berbeda.

Dilansir laman The Sun, Dr Carol Cooper mengungkapkan risiko-risiko yang dihadapi wanita jika hamil di usia 30-an, 40-an, 50-an, dan 60-an.

Usia 30-an
Secara biologis, usia 30-an adalah masa terbaik untuk seorang wanita mengandung, terutama di usia awal 30. Penelitian menunjukkan bahwa kesuburan wanita menurun secara signifikan mulai usia 35 tahun.

Namun, itu bukan berarti wanita tidak bisa mengandung di akhir usia 30 atau lebih, hanya saja butuh waktu lebih lama. Pada saat bersamaan, peluang untuk memiliki kembar tidak identik akan meningkat di usia 35 tahun.

Kembar seperti ini berasal dari dua sel telur berbeda. Hal ini dikarenakan indung telur masih menyimpan beberapa sel telur yang masih tersisa.

Usia 40-an
Wanita yang ingin mengandung di usia 40-an harus menghadapi banyak tantangan. Jika Anda ingin mengandung secara normal Anda mungkin membutuhkan In Vitro Fertilization (IVF) atau donor sperma.

Ketika sudah hamil, akan ada risiko tinggi terjadinya komplikasi, termasuk keguguran, tekanan darah tinggi dan preeklampsia, diabetes, dan placenta previa. Dan, Anda kemungkinan besar harus menjalani ceasar ketika melahirkan.

Selain itu, risiko melahirkan anak Down's Syndrome dan kelainan lain juga tinggi. Peluangnya satu dibanding 100 kelahiran. Namun, masih banyak anak yang lahir tidak memiliki kelainan ini.

Usia 50-an dan 60-an
Usia ini merupakan usia yang paling berisiko. Sangat sedikit wanita bisa mengandung secara alami di usia ini. Mereka yang masih ingin mengandung, satu-satunya cara adalah dengan IVF dan donasi sel telur.

Tapi sayangnya, tidak semua cara ini dapat berhasil. Belum lagi semua komplikasi yang terjadi pada usia 40-an akan lebih besar lagi terjadi pada kehamilan di usia 50 tahun ke atas.

Wanita yang berusia lebih tua umumnya memiliki fisik yang lebih lemah untuk bisa mengandung, mereka kemungkinan besar dapat mengalami masalah jantung, stroke, atau penyumbatan darah di paru-paru, di mana masing-masing kondisi bisa berakibat fatal. Selain itu, wanita berusia 50 tahun ke atas pasti fisiknya akan lebih lemah untuk merawat bayi dan membesarkan anak.

Source; VIVA.co.id

Tiga Cara Kembalikan Bibir Merah Mudamu

Written By Unknown on Minggu, 31 Juli 2016 | 16.13.00

Ilustrasi

Jurnalsulteng.com - Tak perlu khawatir bila saat bercermin Anda menemukan bibir menghitam dan kehilangan kilaunya. Berikut ada tiga cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mengembalikan warna merah muda bibir Anda, tentu dengan menggunakan bahan alami.

1. Lakukan scrubbing bibir
Gunakan scrubber bibir alami untuk mengangkat kulit mati dari bibir dan mengembalikan kekenyalannya, setidaknya seminggu sekali.

Cara sederhana membuat scrub salah satunya dengan mencampurkan beberapa tetes minyak zaitun dan satu sendok teh gula, untuk membantu mengelupaskan bibir. Setelah itu, bilaslah bibr dan pakailah pelembab bibir.

2. Gunakan lemon
Lemon digunakan untuk mengobati bercak gelap kulit dan mengembalikan kecerahannya. Peraslah lemon dan pakaikan pada bibir sebelum tidur.

Lakukan cara ini selama beberapa bulan. Namun, jika tak berefek ,Anda bisa menggunakan potongan lemon yang telah ditaburi gula, lalu gosokkan pada bibir. Cara ini akan membantu mengelupaskan sel-sel mati dan memberi jalan untuk munculnya kulit yang baru.

3. Aplikasikan buah bit
Buah bit dapat secara alami mencerahkan bibir yang berwarna gelap. Oleskanlah jus buah bit pada bibir sebelum tidur dan bilaslah bibir saat pagi harinya. Warna merah alami buah bit akan membuat bibir gelap Anda menjadi kemerahan. Lakukan cara ini setiap hari ini sebelum tidur.

Selain itu, ada metode lain yang bisa dilakukan, yakni mencampur jus bit dan wortel dengan perbandingan yang sama banyak. Oleskan campurkan pada bibir dan pijat dengan lembut selama 10 menit sebelum membilasnya dengan air hangat.

Lakukan cara ini sekali sehari selama satu atau dua minggu. Demikian seperti dilansir Times of India. (***)

Source; Antaranews.com

Tiga Anggapan Keliru Orang Tua yang Menyebabkan Obesitas pada Anak

Written By Unknown on Minggu, 24 Juli 2016 | 13.43.00


Jurnalsulteng.com - Namanya saja orang tua, tentu maunya memberi hanya yang terbaik bagi buah hati.

Celakanya, meski sudah paham betul mengenai pentingnya makanan bergizi dan olah raga, tetap saja banyak orang tua yang tidak tahu, apa yang harus mereka lakukan.
Alhasil, tubuh si kecil jadi "kelewat" sehat dan bahkan mengalami obesitas. Apa saja kesalahan orangtua, dan bagaimana memperbaikinya?

1. "Dia Enggak Gemuk, Kok!"
Ini merupakan pernyataan yang cenderung berkesan menyangkal. Banyak orang tua tidak mau jujur terhadap diri sendiri mengenai berat badan anaknya. Mereka menutup mata terhadap masalah yang dihadapi anak. Padahal, obesitas dapat menurunkan rasa percaya diri anak.

Yang harus dilakukan:
Cari tahu berat badan yang ideal untuk anak Anda. Bandingkan antara bobot si kecil saat ini dengan yang seharusnya. Lakukan konsultasi dengan dokter atau ahli gizi.

2. "Dulu Saya Juga Begitu"
Ingat, lo, penelitian membuktikan, anak-anak yang mengalami obesitas, saat dewasa juga menjadi obesitas. Pada kenyataannya, tidak ada anak yang mau menjadi gemuk.

Yang harus dilakukan:
Tak perlu menyuruh anak melakukan diet ketat, tetapi Anda perlu memberi dan menyuruh anak mengonsumsi makanan bergizi serta melakukan olah raga yang dapat membantu mereka tumbuh dengan sehat.

Menurunkan berat badan tidak dapat dilakukan dalam sekejap. Mengubah kebiasaan dan gaya hidup seseorang ataupun suatu keluarga tidaklah mudah, terutama bila perasaan anak yang obesitas dipertaruhkan.

Orang tua harus menyusun rencara dan harus tekun serta kerja keras.
Berita baiknya adalah bahwa masa yang paling mudah untuk memonitor anak-anak tersebut adalah antara usia 4 - 12 tahun.

Yaitu masa di mana mereka tumbuh dan kegiatan serta pola makan mereka masih tergantung dari orang tuanya.

3. "Sudah Dicoba Berbagai Cara"
Banyak orangtua yang mudah menyerah. Mereka mencoba sesuatu tetapi biasanya bukan sesuatu yang tepat dan benar. Lalu mereka menyerah.

Yang harus dilakukan:

Rahasianya adalah Anda harus melakukannya dengan cara yang benar dan harus komit untuk berhasil.
Anda harus sadar betul, Andalah satu-satunya yang berperan demi berhasilnya rencana dan Anda harus mengerahkan seluruh anggota keluarga demi keberhasilan si kecil.

Yang pasti, Anda dapat memiliki anak yang sehat bila memutuskan untuk menempatkan usaha tersebut sebagai prioritas utama.(***)

Source; Tribunnews

Minuman Soda Picu Risiko Kanker

Written By Unknown on Jumat, 15 Juli 2016 | 12.23.00

Kegemaran meminum minuman manis dan bersoda bisa mengembangkan risiko kanker pada kantung dan saluran empedu. (Thinkstock/petrenkod)

Jurnalsulteng.com - Minuman soda atau manis memang sangat disenangi oleh cukup banyak orang. Meski telah banyak anjuran guna mengurangi mengonsumsi minuman tersebut, nyatanya kebiasaan itu masih sulit ditinggalkan. Sensasi menyegarkan kala meminumnya saat dingin, diakui mampu melepaskan dahaga, terutama ketika panas terik matahari menyengat.

Namun, jika Anda salah satu pecinta minuman soda atau minuman manis lainnya, Anda harus mulai meninggalkannya dan beralih pada minuman sehat seperti air putih, susu, atau jus alami.

Belum lama ini, sebuah studi di Swedia menunjukkan orang yang minum banyak soda atau minuman manis lainnya, memiliki risiko yang lebih tinggi terkena kanker empedu.

Dilansir dari Reuters, masih sedikit yang diketahui tentang penyebab tumor pada saluran dan kantong empedu. Namun sebuah bukti yang muncul menunjukkan obesitas serta peningkatan kadar gula darah yang merupakan ciri khas dari diabetes, dapat meningkatkan risiko kanker ini.

Penulis utama studi Susanna Larsson dari Institut Karolinska di Swedia menyebutkan soda dan minuman manis lainnya telah dikaitkan dengan gula darah tinggi dan peningkatan berat badan. Hal itu menimbulkan pertanyaan baru akan keterkaitan peran minuman tersebut dengan perkembangan kanker.

Untuk mengeksplorasi kemungkinan tersebut, para peneliti menganalisi data survei dari kebiasaan makan dan minum lebih dari 70 ribu orang dewasa selama lebih dari 13 tahun, untuk melihat keterkaitan antara minuman manis dan risiko kanker.

Hasilnya, sekitar 150 orang yang rutin mengonsumsi soda dan minuman manis, terdiagnosis kanker saluran dan kantong empedu selama masa studi.

Bila dibandingkan dengan orang-orang yang menghindari minuman bergula sama sekali, individu yang mengonsumsi dua atau lebih minuman manis dan soda dalam sehari, memiliki risiko dua kali lebih dalam mengembangkan tumor kantong empedu, dan 79 persen lebih tinggi terkena kanker saluran empedu.

"Konsumsi soda telah konsisten dikaitkan dengan risiko kanker saluran empedu dan kanker lainnya dalam studi sebelumnya yang serupa," kata Larsson.

Larsson pun menambahkan, penelitian ini merupakan studi pertama yang menunjukkan hubungan kuat antara konsumsi minuman manis seperti soda dengan risiko kanker saluran empedu. Studi tersebut dipublikasikan di Journal of National Cancer Institute.

Namun, di sisi lain mantan peneliti di University of Texas Southwestern Medical School di Dallas yang tidak terlibat dalam penelitian ini, Dr. Margo Denke, mengatakan para peneliti tersebut tidak memiliki data yang tepat tentang seberapa sering peminum minuman manis memilih diet soda. Kemudian penelitian yang dilakukan secara observasional ini tidak membuktikan soda dan minuman manis secara pasti menyebabkan kanker, hanya mengembangkan risiko kanker.

Lainnya, seorang ahli onkologi medis di Fox Chase Cancer Center di Philadelphia, yang juga tidak terlibat dalam penelitian, Dr Igor Astsaturov, mengatakan temuan tersebut jadi pesan bagi pecinta minuman soda dan manis.

"Jelas, ini sinyal temuan lagi dan lagi bahwa gaya hidup sehat adalah kunci untuk hidup bebas kanker," kata Astsaturov.

"Terlepas dari penyebabnya, lebih baik memuaskan dahaga dengan air untuk tetap fit dan sehat," tambahnya.(***)

Source; CNNIndonesia

Lawan Lonjakan Kolestrol Jahat dengan Teh Pahit

Written By Unknown on Selasa, 12 Juli 2016 | 19.47.00





Jurnalsulteng.com - Konsumsi teh pahit bisa membantu mengatasi kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh sehabis konsumsi makanan mengandung kolesterol semisal udang dan kepiting, menurut ahli nutrisi dari Universitas Indonesia, Dr Saptawati Bardosono.

"Minum teh pahit bisa membantu (mengatasi kadar kolesterol jahat yang tinggi dalam tubuh). Dalam teh ada kandungan zat aktifnya," ujar dia yang dikutip Antaranews.com Selasa (12/7/2016).

Lebih lanjut, Saptawati atau akrab disapa Tati itu mengatakan kadar kolesterol jahat juga dapat diantisipasi dengan melakukan aktivitas fisik dan olahraga.

"Kadar kolesterol jahat dapat diantisipasi dengan aktivitas fisik dan olah raga agar kolesterol baik meningkat dan kolesterol jahat dapat dibersihkan dari sirkulasi darah," kata dia.

Selain itu, saat mengkonsumsi makanan mengandung kolesterol sebaiknya imbangi dengan asupan sayuran dan buah-buahan, karena kandungan serat dan fitosterolnya dapat menghambat penyerapan lemak di usus.

"Imbangi dengan makan sayur dan buah untuk mendapatkan serat dan fitosterol sehingga dapat menghambat penyerapan lemak di usus," pungkas Tati.

Kadar kolesterol jahat yang tinggi bisa menyebabkan penyebab jantung koroner. Hanya saja, kondisi ini seringkali tak menimbulkan gejala apapun bagi penderitanya.

Pola hidup tak sehat terutama di usia 25 tahun ditenggarai menjadi salah satu kontributor penyebab tingginya kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

Kadar kolesterol dikategorikan normal bila berada pada angka di bawah 200 mg d/L, yakni terdiri dari LDL atau kolesterol jahat di bawah 130 mg d/L dan HDL atau kolesterol di atas 40 mg d/L.(***)

Source; Antaranews.com

Cara Hindari 'Kalap' Saat Berbuka Puasa

Written By Unknown on Sabtu, 11 Juni 2016 | 11.42.00


Jurnalsulteng.com - Selama bulan Ramadan, umat muslim menjalani ibadah berpuasa, yang mana diwajibkan untuk menahan rasa lapar dan haus selama kurang lebih 14 jam.

Usai menahan lapar seringkali seseorang menjadi terobsesi untuk mengasup banyak makanan saat berbuka puasa. Ketika sudah waktunya berbuka, tak sedikit yang kalap karena dorongan rasa 'nafsu' saat berpuasa untuk membeli atau mempersiapkan makanan yang diinginkan.

Jika sudah begini, kenyang luar biasa menjamdi tak bisa dihindari dan bobot tubuh juga akan dengan mudah naik. Berikut beberapa cara agar tidak kalap saat berbuka puasa, seperti dilansir dari The Active Times.

1. Memenuhi kebutuhan air
Untuk menghindari terlalu banyak makan saat berbuka, meminum air dapat menetralisir tubuh dari keinginan rasa lapar yang tinggi. Sebelum Anda mulai makan, sebaiknya minum air terlebih dulu dan berhenti sebelum Anda merasa kenyang. Peneliti pun telah menunjukkan bahwa orang yang minum lebih banyak air setiap hari dapat menjaga berat badan ideal.

2. Sikat gigi
Menurut ahli Gizi, Angela Martindale, memberikan trik untuk menahan keinginan terus mengkonsumsi makanan yang ada di hadapan Anda. Langkah yang dapat diambil adalah menaruh piring lalu pergi untuk menggosok gigi. Ketika gigi sudah bersih, biasanya rasa untuk makan akan tertahan.

3. Menyertakan protein Mengonsumsi makanan berprotein dinilai cukup ampuh untuk mengendalikan rasa lapar berlebihan. Protein diyakini dapat membuat kenyang lebih lama, karena mengaktifkan hormon ghrelin, yang memberi sinyal ke otak bahwa tubuh sudah merasa kenyang.

4. Hindari Makanan Manis dan Berlemak
Setelah berpuasa berjam-jam, kebanyakan orang memilih makanan manis dan berlemak karena dirasa lebih memuaskan. Sayangnya, banyak juga yang lupa bahwa dengan mengonsumsi banyak makanan manis kerap memicu lonjakan kadar gula darah.

5. Jangan berbelanja saat lapar
Selama berpuasa, godaan makanan yang dijajakan dipinggir jalan tak terhindarkan dan mendorong diri untuk ikut menghampiri dan membelinya. Untuk itu, sebaiknya jika tak ingin kalap membeli makanan hanya karena 'lapar mata', sebaiknya pilih berbuka puasa terlebih dulu dengan makanan sederhana untuk mengganjal perut. Setelah itu, baru memilih menu makanan yang dibutuhkan kala perut tidak terlalu lapar.

6. Tidur yang cukup
Selama bulan Ramadan, diyakini bahwa tidur merupakan bagian dari ibadah. Selain itu, dengan tidur dapat membantu Anda berhenti memikirkan banyak makanan dan menghindari godaan yang ada. Menurut studi, kurang tidur pun dapat memicu rasa lelah dan memperlambat metabolisme tubuh.

"Kurang tidur membuat tubuh terprogram untuk ingin makan lebih banyak," kata Deborah Malkoff-Cohen, ahli diet dan pendidik diabetes.(***)


Source; CNNIndonesia

Berlatih Menjadi Istri Salehah Selama Ramadan

Written By Unknown on Kamis, 09 Juni 2016 | 23.17.00

Ilustrasi

Jurnalsulteng.com - Saat ini banyak sekali suami-istri yang perlakukan pasangannya seperti mitra biasa. Merasa salah satu di antara mereka bos atau berkedudukan sama.

Istri kadang memaksa berhak merampas seluruh harta suami. Hal ini sangat menyedihkan. Hubungan yang terjadi atas izin Allah disalahgunakan. Untuk kembali ke jalur yang benar, maka bulan Ramadan ini adalah saatnya. Inilah cara berlatih menjadi istri salehah di bulan Ramadan.

Jangan seenaknya
Terlepas siapa yang memiliki jabatan paling tinggi dalam karier, Islam telah menetapkan suami adalah kepala keluarga. Jadilah istri yang patuh dan berperilaku baik terhadap suami.

Terlibat dalam pengambilan keputusan
Ikuti prinsip ‘syura’, bahwa sebuah keputusan yang diambil berdasarkan kesepakatan bersama keluarga. Cara ini akan menciptakan keharmonisan keluarga.

Jangan pernah emosional
Jangan pernah secara emosional, mental, atau kasar secara fisik dengan pasangan.

Jaga ucapan
Berhati-hatilah pada apa yang dikatakan ketika marah. Kadang-kadang Anda akan mengatakan hal-hal yang tidak akan dikatakan bila sedang tidak marah. Jika marah, tunggu sampai tenang sebelum melanjutkan percakapan.

Tunjukkan perhatian
Tunjukkan kasih sayang kepada suami. Jadilah baik, lembut, dan penuh kasih. Demikian dimuat Soundvision, Kamis (9/6/2016). (***)

Source; Okezone

Cara Mengatur Asupan Karbohidrat Selama Puasa Ramadan

Written By Unknown on Rabu, 08 Juni 2016 | 22.27.00


Jurnalsulteng.com - Apa yang Anda rasakan pada hari-hari pertama puasa? Masih beradaptasi mengontrol diri menahan lapar dan dahaga? Bagi muslim, puasa wajib dilakukan. Namun, jangan lupa menerapkan pola makan sehat agar kesehatan dan kebugaran tubuh tetap terjaga, meski tak makan seharian.

Dokter spesialis gizi klinik, Samuel Oetoro, membagi trik supaya tubuh tetap sehat selama berpuasa. Salah satu kuncinya adalah menjaga pola makan ketika sahur dan berbuka. "Kadang orang berpikir tidak makan sahur, padahal makan sahur sangat penting," katanya.

Makanan sahur akan diolah tubuh untuk digunakan sebagai energi dan menunjang kebutuhan tubuh saat berpuasa. Untuk itu, saat sahur, usahakan makan dengan porsi yang lengkap, terdiri atas karbohidrat, protein, lemak, mineral, dan vitamin.

Untuk karbohidrat, pilihlah karbohidrat kompleks yang lebih lama diserap tubuh sehingga tak mudah lapar. Makanan yang mengandung karbohidrat kompleks misalnya beras merah, jagung, dan buah-buahan.

Hindari makanan yang mengandung lemak jenuh, seperti daging merah, daging unggas, ikan, dan keju karena dapat meningkatkan kolesterol. Pilihlah sajian yang mengandung lemak baik atau lemak tak jenuh yang biasanya dihasilkan dari tanaman seperti kedelai.

Pasokan vitamin dan mineral bisa didapat dari buah dan sayuran. Namun, sayangnya, saat sahur perut biasanya tak kuat makan banyak sehingga tak cukup untuk mengkonsumsi semuanya. Kalau konsumsi buah dan sayur terpaksa berkurang, Samuel menyarankan konsumsi vitamin dengan dosis rendah. "Konsumsi vitamin agar sistem imun dalam tubuh tetap bekerja," kata dokter yang berpraktek di Rumah Sakit MRCCC Siloam, Semanggi, Jakarta, tersebut.

Menjelang imsak, kata Samuel, makanlah karbohidrat kompleks yang tinggi serat untuk menjaga gula darah agar tetap stabil. Paling mudah dengan memblender buah beserta kulitnya sehingga gula darah akan naik pelan dan turunnya juga perlahan.

Samuel tak menyarankan konsumsi makanan atau minuman yang pemanisnya menggunakan karbohidrat sederhana, seperti gula pasir, gula jagung, madu, dan produk susu. Makanan atau minuman ini memang membuat gula darah naik cepat, tapi turunnya juga cepat. "Menjelang siang membuat badan jadi drop," katanya.

Demikian pula saat berbuka. Daripada mengkonsumsi teh manis, sirup, atau kolak, lebih baik berbuka dengan jus. Makanan dengan pemanis dari gula akan membuat gula darah melonjak dengan cepat dan turun dengan cepat pula. Akibatnya, saat salat tarawih, badan malah menjadi mengantuk dan lemas. Setelah itu, makan lengkap seperti biasa.

Selepas salat tarawih, Samuel menyarankan untuk makan lagi karbohidrat kompleks dari buah dan sayuran. Bisa dalam bentuk salad. Namun jangan mencampurkan mayones yang mengandung lemak jenuh. Agar rasa lebih nikmat, lebih baik memakai minyak zaitun atau cuka apel.

Setiap kali makan, kata Samuel, perhatikanlah 4-J, yakni jumlah, jenis, jadwal makan, dan jurus masak makanan. Masaklah makanan dengan cara merebus, mengukus, atau menumis. Hindari memasak dengan menggoreng karena dapat menambah jumlah lemak dalam tubuh.

"Kalau Anda juga berniat menurunkan berat badan sembari berpuasa, kurangi seperempat porsi makan dari biasanya. Selanjutnya, secara perlahan kurangi porsi makanan menjadi setengah," ucapnya.(***)

Source; Tempo

Manfaat Tertawa untuk Kesehatan Anda

Written By Unknown on Sabtu, 04 Juni 2016 | 13.28.00


Jurnalsulteng.com - Anda suka film jenaka atau komedi? Mungkin hampir seluruh orang di dunia ini menyukainya. Alasannya, selain menghibur tentu membuat kita tertawa terbahak-bahak.

Namun di samping itu, ternyata banyak orang tidak percaya kalau tertawa itu sehat. Padahal, sebuah studi pernah membahasnya secara serius.

Dikutip dari Dailymail, tertawa dapat berpengaruh baik bagi kesehatan Anda baik secara psikologis maupun secara medis. Dalam penelitian disebutkan, dampak yang paling sederhana adalah tertawa dapat membuat perasaan Anda lebih baik, hal ini tentunya sangat berpengaruh kepada pikiran anda.

"Stress dapat dihindari dengan hal yang membuat Anda bahagia, termasuk tertawa. Kemudian tertawa juga dapat melancarkan aliran darah sehingga otot dan pembuluh darah akan meregang disaat anda tertawa," tulis peneliti.

Manfaat lain tertawa adalah membakar kalori karena fakta medisnya gerakan tertawa dapat membuang kalori sebanyak 10 sampai 4o kalori setiap 15 menit. Pada akhirnya, tertawa juga berpengaruh pada kesehatan jantung anda dimana otot diagfragma yang berada di dalam jantung akan berkontraksi dan melatih jantung tetap sehat.(***)

Source; Liputan6

Buah "Terlarang" Bagi Penderita Diabetes

Written By Unknown on Jumat, 27 Mei 2016 | 11.33.00

Beberapa jenis buah dengan indeks glikemik tinggi tidak disarankan dikonsumsi penderita diabetes.

Jurnalsulteng.com- Mengonsumsi buah selama ini selalu dianggap sebagai solusi sehat dalam berbagai kondisi. Namun, sebenarnya mengonsumsi buah pun perlu mempertimbangkan beberapa faktor, terutama buah tropis yang banyak tumbuh di Indonesia.

“Kebanyakan buah lokal atau musiman yang ada di Indonesia seperti mangga atau sawo, tergolong buah dengan indeks glikemik tinggi. Buah dengan golongan ini sebenarnya yang perlu diperhatikan," kata Fiastuti Witjaksono, Kepala Departemen Gizi RSCM dan spesialis gizi klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia  yang dilansir CNNIndonesia.com.

Indeks glikemik (GI) adalah angka yang menggambarkan keterkaitan antara gula darah setelah seseorang mengonsumsi jenis makanan tertentu. GI menggambarkan jumlah kenaikan gula darah seseorang setelah mengonsumsi makanan tertentu.

Kondisi GI pada makanan ini, banyak menjadi patokan diet bagi penderita diabetes. Pasalnya, diabetesi perlu memperhatikan asupan nutrisi karena labilnya perubahan kadar gula darah yang terjadi pada fisiologi tubuh.

Diabetesi sangat mudah mengalami penurunan gula darah ekstrim saat tidak makan. Namun ketika sudah makan, para pengidap diabetes dapat mengalami kenaikan gula darah terlewat tajam.

Kondisi labil ini dapat menyebabkan kerusakan pada organ, terutama yang berkaitan dengan kardiovaskular seperti pembuluh darah dan jantung.

"Indeks glikemik rendah berefek pada peningkatan kadar gula darah yang landai. Sedangkan indeks glikemik tinggi dapat berdampak pada peningkatan kadar gula darah secara drastis," kata Fiastuti.

"Bagi para penderita diabetes, tidak boleh mengonsumsi buah yang manis. Sedangkan bagi orang normal, tidak masalah. Namun sebenarnya selalau ada pilihan, kalau ingin sehat ya pilih buah-buahan yang membuat sehat," kata Fiastuti.

Menurut hasil penelitian dan rekomendasi Kementerian Pertanian Amerika Serikat (USDA), kandungan GI pada buah tropis seperti nanas, pepaya, pisang, dan mangga cenderung tinggi. Sedangkan buah dari negara sub-tropis seperti kiwi memiliki GI lebih rendah dibanding buah tropikal.

Seperti data yang ditunjukkan Fiastuti berdasarkan USDA dan penelitian tentang kiwi. Diketahui nanas memiliki GI sebesar 68, disusul oleh pepaya sebesar 60, pisang kadar GI-nya 56, dan mangga sekitar 55. Angka GI ini jauh lebih tinggi dibanding kiwi, yakni sekitar 38.

Beberapa buah lainnya juga tercatat memiliki kandungan gula yang tinggi sehingga disarankan dikonsumsi dalam jumlah terkendali. Buah tersebut adalah nanas, melon, pisang, mangga, peach, apel, plum, jeruk, anggur, semangka, dan kismis.

Sedangkan buah dengan rendah gula disarankan dikonsumsi lebih sering guna keseimbangan energi. Buah tersebut adalah grapefruit, apel hijau, kiwi, berry, lemon, dan jeruk limau.

"Baiknya memang pilih yang tidak manis, atau yang memiliki GI rendah. Beberapa apel lokal juga ada yang tidak manis,” kata Fiastuti.(***)

Source; CNNIndonesia

Ini yang Dialami Organ Tubuh saat Orgasme

Written By Unknown on Jumat, 20 Mei 2016 | 04.40.00

Ilustrasi

Jurnalsulteng.com- Anda mungkin menebak-nebak bagaimana ekspresi atau kondisi diri Anda ketika mencapai klimaks saat bercinta dengan pasangan. Menggelikan kah? Seksi kah?

Ketika orgasme, sensasi menyenangkan akan mengalir ke berbagai bagian tubuh seperti mata, jantung, kulit, dan payudara. Berikut gambarannya seperti dilansir dari laman Prevention, Jumat (20/5/2016).

Otak
Korteks orbitofrontal (terlibat dalam kontrol perilaku), Amigdala (yang terlibat dalam pengolahan emosi) dan hipotalamus (yang membanjiri otak dengan zat kimia seperti oksitosin, yang dapat memicu kontraksi rahim dan meningkatkan rasa keintiman).

Mata
Ketika Anda terangsang, pupil mata akan membesar dan tetap seperti itu setelah Anda mencapai klimaks, sampai 50 persen. Ini secara halus memberitahu pasangan Anda bahwa Anda tertarik dan membuat Anda lebih menarik.

Jantung
Denyut jantung dan metabolisme naik dua kali lipat saat Anda terangsang. Ini menjadi alasan mengapa seks bisa membakar kalori dalam tubuh.

Kulit
Saat Anda mencapai klimaks, sirkulasi darah akan meningkat dan tubuh Anda akan melepaskan endorfin ke dalam aliran darah. Kedua hal tersebut meningkatkan darah lebih dekat ke permukaan kulit, membuat pipi dan dada Anda merona. (***)

Source; Okezone

Jurnalsulteng.com on Facebook

 
Developed by : Darmanto.com
Copyright © 2016. JURNAL SULTENG - Tristar Mediatama - All Rights Reserved
Template by Creating Website
Proudly powered by Blogger