![]() |
| Pasangan Calon Walikota/Wakil Walikota Palu Drs Hidayat MSi- Sigit Purnomo Said melakukan kampanye dialogis di Kelurahan Lolu Selatan, Kamis (3/9/2015). [Foto; Agus M/JurnalSulteng] |
Palu, Jurnalsulteng.com- Pasangan kandidat Walikota/Wakil Walikota Palu yang diusung Koalisi Amanat Kebangkitan Palu, terus melakukan gerilya politik guna meraih dukungan dan simpatik dari masyarakat. Kamis (3/9/2015) sore, pasangan Drs Hidayat MSi- Sigit Purnomo Said, melakukan kampanye dialogis dihadapan 200-an warga Kelurahan Lolu Selatan.
Sigit alias Pasha Ungu dalam kesempatan tersebut menuturkan, sudah saatnya Kota Palu mendapat pengakuan dan bisa disejajarkan dengan kota-kota lain di Indonesia. "Jika warga memberikan amanat dan kepercyaan kepada pak Hidayat dan saya, maka kami akan wujudkan harapan dan mimipi masyarakat kota palu yang belum terwujud," kata Pasha.
Ia juga menuturkan bahwa kemenangan pasangan Dasi Ungu adalah kemenangan rakyat. Penataan kota palu kedepan tambah mutlak dan harus dilakukan secar fundamental.
" Namun semua itu akan terwujud jika ada peran serta masyarakat guna mewujudkan kota palu yang lebih luar biasa," kata pasha yang di sambut aplous dari ratusan warga.
Sebelum juga Hidayat- Sigit melakukan kampanye dialogis dengan warga jalan Unauna dan masyarakat Toda.
Sementara calon walikota Drs Hidayat MSi mengungkapkan, jika warga memberikan kesempatan, lima aspek yang akan diwujudkan. Mulai dengan membangun ketahanan ekonomi, ketahanan agama, ketahanan Adat, keamanan dan ketahanan berbudaya.
Selain bertekad mengembalikan keteladanan guru tua, juga mempekuat dan mengembalikan fungsi lembaga adat. sehingga ada ketahanan rasa toleransi dan gotong royong serta kekeluargaan dikalangan masyarakat.
"Ini yang perlu di bangun, tidak hanya pada tataran ekonomi dan politik tetapi bagaimana ketahanan masyarakat d perekuat," tandas Hidayat.
Hidayat juga menepis tudingan, bahwa pasangan Dasi Ungu akan menghilangkan program padat karya jika terpilih. "Semua fitnah dan penyesatan. Justru terbalik kami malah akan menaikkan tunjangannya," kata Hidayat. .
Ditambahkan Hidayat, fungsi , peran dan kedudukan lembaga adat harus diberdayakan. Sehingga bisa menjadi pengawas dalam pelaksanaan syariat agama. "Intinya peran dan fungsi pemerintah, lembaga adat dan tokoh agama harus di perkuat. Agar tidak ada lagi konflik antar kampung di Wilayah Kota Palu," pungkasnya.[***]
Penulis; Agus M
Editor; Sutrisno





0 komentar:
Posting Komentar