![]() |
Gubernur Sulteng Longki Djanggola mendatangi kantor PLN cabang Palu,
Sabtu (31/1/2015). [Foto: Facebook]
|
Dalam orasinya Longki menyatakan, sumber listrik di Sulawesi Tengah cukup melimpah, tetapi daerahnya justeru dianaktirikan dalam hal pasokan energi listrik.
"Seharusnya Sulteng tidak lagi digabung dalam wilayah Suluttenggo (Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo). Dengan masih bergabungnya Sulteng di di PLN Wilayah Suluttenggo, Sulteng jadi anak tiri untuk urusan listrik," ujarnya.
Terkait pemisahan Sulteng dengan wilayah Suluttenggo kata Longki, hal itu sudah disampaikan kepada Wapres Jusuf Kalla, melalui surat surat permohonan, agar regional Palu pisah dari Suluttenggo.
Longki mengatakan, ada dua daerah yang meminta berpisah dan berdiri sendiri untuk mengurus listriknya. Daerah itu adalah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat. Saat ini, Sulteng masih tergabung dalam Regional Suluttenggo dan Sulbar masih berada di Sulseltrabar (Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat).
Dengan demikian kata Longki, jika permohonan itu dikabulkan, di wilayah Sulawesi akan ada tiga regional, yakni regional Sulawesi Utara Gorontalo, Regional Sulawesi Tengah Sulawesi Barat dan Regional Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara. "Itu usulan kami kepada PLN, mudah-mudahan menjadi perhatian," imbuh Longki.
Gubernur Longki Djanggola juga mengaku akan mengawal pengerjaan transmisi PLTA Sulewana oleh PLN hingga seluruh transmisi listrik tersebut berfungsi.
“Pasti Saya kawal terus sampai dia berfungsi. Kita kawal bersama-sama, karena janjinya pertengahan Februari. Saya minta Februari ini betul-betul sudah berfungsi,” kata Longki.
Menurut Longki, sebagai gubernur ia juga memiliki keinginan yang sama dengan masyarakat soal ketersediaan listrik.[Trs]





0 komentar:
Posting Komentar