![]() |
| Joko Widodo - Jusuf Kalla |
Nurhayati membantah terlibat dalam rangka mensukseskan Jokowi-JK di Pilpres 9 Juli mendatang. "Tidak benar saya di Timses Jokowi-Kalla, katanya yang dilansir dari inilah.com Sabtu (24/5/2014).
Dalam kesempatan itu, Nurhayati menegaskan tidak pernah menawarkan diri sebagai Timses Jokowi-JK sebagaimana yang disebut Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo. Bahkan, ia mengaku tidak mengenal Tjahjo.
"Saya tidak pernah menawarkan diri (jadi timses). Saya juga tidak punya nomor telepon yang namanya Kumolo, juga tidak pernah bertemu," tegasnya.
Nurhayati juga mengaku pernah mendapat tawaran untuk menjadi timses dari PKB sebagai salah satu partai pendukung Jokowi-JK. Namun, Nurhayati harus minta izin kepada suami atas tawaran tersebut.
"Saat itu saya bilang, saya harus izin terlebih dahulu ke ketua umum PBNU, suami saya," kata Nurhayati
Meski demikian, Nurhayati belum memberi jawaban atas tawaran tersebut. Sebab, dirinya tidak diizinkan untuk masuk sebagai Timses Jokowi-JK di pilpres nanti.
"Hingga saat ini ketua umum PBNU belum menjawab, yang itu artinya saya tidak diizinkan (jadi Timses Jokowi-JK)," tegasnya.
Sebelumnya, dalam daftar tim pemenangan Jokowi-JK pada Pilpres 2014, nama Nurhayati Said Aqil Siradj masuk dalam tim pengarah. Tjahjo mengatakan, nama Nurhayati ada dalam daftar tim pemenangan karena yang bersangkutan menawarkan diri.
"Atas keinginan sendiri. Dia (Nurhayati) yang menawarkan, masa enggak kita terima," kata Tjahjo, kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (23/5/2014). ***
sumber:inilah





0 komentar:
Posting Komentar