Jurnal Palu - Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah Brigjen Pol Ari Dono Sukmanto mengatakan bentrok antarwaga yang kerap terjadi di wilayahnya menjadi salah satu gangguan keamanan utama selama Januari-Juni 2013.
Ari Dono menyebutkan pada periode Januari-Juni 2013 terdapat 41 kasus bentrok antarwarga di beberapa daerah di Sulawesi Tengah (Sulteng).
Sementara itu pada periode yang sama pada 2012 hanya terdapat empat kejadian bentrok. "Itu artinya terjadi peningkatan 90 persen," kata mantan Wakapolda Sulawesi Tengah ini Selasa, (2/7/2013).
Selama 2013 juga terdapat sekitar 50 rumah dan bangunan yang rusak serta hangus dibakar massa.
Sementara itu ada korban jiwa sebanyak tiga orang dan puluhan orang luka-luka akibat bentrok.
Lokasi bentrok sebagian besar terjadi di Kota Palu dan Kabupaten Sigi. Orang terlibat bentrok pada umumnya adalah warga desa bertetangga, meski pada akhirnya terdapat masyarakat dari luar yang ikut-ikutan terlibat bentrok.
Kapolda Ari Dono mengatakan penyebab seringnya terjadi tawuran antarwarga itu secara pasti belum diketahui.
Ada beberapa indikasi yang menyebabkan bentrok tersebut antara lain pengangguran, minuman keras, atau kurangnya kegiatan dan hiburan di masyarakat.
Dia mengatakan ada juga warga yang mabuk saat bentrok namun tidak semuanya. Tidak juga masalah pengangguran memicu bentrok. "Buktinya ada beberapa oknum pegawai honorer tertangkap saat terlibat bentrok di Kota Palu," katanya.
Pemkot Palu juga berupaya merekrut ratusan pemuda menjadi pegawai honorer di Satuan Polisi Pamong Praja untuk mengurangi maraknya bentrok.
"Bisa saja tawuran itu menjadi ajang hiburan. Kita juga bekerja sama dengan Universitas Tadulako Palu untuk mengetahui penyebab bentrok itu," katanya.
Dia juga mengaku akan bertindak tegas terhadap pelaku bentrok yang kedapatan membawa senjata. "Meski pelaku bentrok telah berdamai namun proses hukum tetap dilanjutkan," katanya.
Selain itu, dia juga mengimbau warga untuk tidak mudah terhasut untuk ikut-ikutan bentrok karena hal itu tidak ada gunanya.***
sumber:antarasulteng.com
Ari Dono menyebutkan pada periode Januari-Juni 2013 terdapat 41 kasus bentrok antarwarga di beberapa daerah di Sulawesi Tengah (Sulteng).
Sementara itu pada periode yang sama pada 2012 hanya terdapat empat kejadian bentrok. "Itu artinya terjadi peningkatan 90 persen," kata mantan Wakapolda Sulawesi Tengah ini Selasa, (2/7/2013).
Selama 2013 juga terdapat sekitar 50 rumah dan bangunan yang rusak serta hangus dibakar massa.
Sementara itu ada korban jiwa sebanyak tiga orang dan puluhan orang luka-luka akibat bentrok.
Lokasi bentrok sebagian besar terjadi di Kota Palu dan Kabupaten Sigi. Orang terlibat bentrok pada umumnya adalah warga desa bertetangga, meski pada akhirnya terdapat masyarakat dari luar yang ikut-ikutan terlibat bentrok.
Kapolda Ari Dono mengatakan penyebab seringnya terjadi tawuran antarwarga itu secara pasti belum diketahui.
Ada beberapa indikasi yang menyebabkan bentrok tersebut antara lain pengangguran, minuman keras, atau kurangnya kegiatan dan hiburan di masyarakat.
Dia mengatakan ada juga warga yang mabuk saat bentrok namun tidak semuanya. Tidak juga masalah pengangguran memicu bentrok. "Buktinya ada beberapa oknum pegawai honorer tertangkap saat terlibat bentrok di Kota Palu," katanya.
Pemkot Palu juga berupaya merekrut ratusan pemuda menjadi pegawai honorer di Satuan Polisi Pamong Praja untuk mengurangi maraknya bentrok.
"Bisa saja tawuran itu menjadi ajang hiburan. Kita juga bekerja sama dengan Universitas Tadulako Palu untuk mengetahui penyebab bentrok itu," katanya.
Dia juga mengaku akan bertindak tegas terhadap pelaku bentrok yang kedapatan membawa senjata. "Meski pelaku bentrok telah berdamai namun proses hukum tetap dilanjutkan," katanya.
Selain itu, dia juga mengimbau warga untuk tidak mudah terhasut untuk ikut-ikutan bentrok karena hal itu tidak ada gunanya.***
sumber:antarasulteng.com





0 komentar:
Posting Komentar