Palu, Jurnalsulteng.com- Sejak dilantik kepengurusan BPC Gabungan Pelaksana Konstruksi (Gapensi) Donggala akhir tahun 2013 silam, hingga kini tidak jelas program kerjanya.
Menurut Wakil Ketua BPC Gapensi Donggala, Efendy, Kamis (6/11/2014), hingga saat ini program kerja Gapensi Donggala stagnan dan tidak jelas dalam menjalankan roda organisasi. Hal ini terlihat sepanjang 2014 kata Efendy, baru dua kali melaksanakan pertemuan resmi antar pengurus.
Dikatakannya, para kontraktor yang bernaung di organisasi tersebut sudah mengeluh dan menilai ada ketidakberesan kepengurusan Gapensi yg di nahkodai Sahlan Alisan dan Abd Rahman Syamsu selaku ketua dan sekretaris.
Seharusnya kata dia, pengurus harus segera bertemu untuk mengkonsolidasikan program dan segera bertemu Bupati Donggala Kasman Lassa sebagai penasehat Gapensi Donggala.
"Kita semua sudah tau kondisi Donggala yang carut marut. Kue proyek sudah dimonopoli orang tertentu dan organisasi pengusaha lain. Mestinya semua organisasi diberi peran yang sama dan bersaing secara sehat untuk bermitra dengan pemerintah," keluhnya. [Yus]
Menurut Wakil Ketua BPC Gapensi Donggala, Efendy, Kamis (6/11/2014), hingga saat ini program kerja Gapensi Donggala stagnan dan tidak jelas dalam menjalankan roda organisasi. Hal ini terlihat sepanjang 2014 kata Efendy, baru dua kali melaksanakan pertemuan resmi antar pengurus.
Dikatakannya, para kontraktor yang bernaung di organisasi tersebut sudah mengeluh dan menilai ada ketidakberesan kepengurusan Gapensi yg di nahkodai Sahlan Alisan dan Abd Rahman Syamsu selaku ketua dan sekretaris.
Seharusnya kata dia, pengurus harus segera bertemu untuk mengkonsolidasikan program dan segera bertemu Bupati Donggala Kasman Lassa sebagai penasehat Gapensi Donggala.
"Kita semua sudah tau kondisi Donggala yang carut marut. Kue proyek sudah dimonopoli orang tertentu dan organisasi pengusaha lain. Mestinya semua organisasi diberi peran yang sama dan bersaing secara sehat untuk bermitra dengan pemerintah," keluhnya. [Yus]





0 komentar:
Posting Komentar