![]() |
| Ilustrasi |
Kepala Polda Sulawesi Tengah Ari Dono Sukmanto di Palu, Selasa (1/7/2014), mengatakan ribuan personel itu terdiri dari 1.444 aparat yang mengamankan selama proses kampanye, 5.779 orang untuk pengamanan pemungutan suara, 1.800 aparat saat-saat penetapan hasil pemungutan suara.
Seluruh pasukan pengamanan itu terdiri dari aparat Polda Sulawesi Tengah dan polres-polres yang ada di provinsi ini.
Dia mengatakan sistem pengamanan pemilihan presiden itu disesuaikan dengan tingkat kerawanan daerah dan setiap tempat pemungutan suara (TPS) yang berjumlah 5.857 unit.
Untuk daerah aman ditempatkan dua anggota Polri di lima TPS didampingi sepuluh anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas).
Sementara itu, untuk daerah rawan I atau dengan kerawanan sedang ditempatkan dua polisi untuk dua TPS dengan didampingi empat anggota Linmas.
Sedangkan daerah rawan II atau tingkat gangguan keamanan tinggi ditempatkan dua polisi di setiap TPS dengan ditemani empat personel Linmas.
Dia berharap masyarakat menggunakan suaranya saat Pilpres 9 Juli 2014 karena keamanan di daerah ini dijamin.
Ari Dono juga mengarakan Kabupaten Poso dan Kota Palu masih menjadi daerah prioritas untuk dijaga keamanannya mengingat masih rawan aksi terorisme dan perkelahian antarwarga.
Beberapa waktu lalu Kepala Polri Jenderal Pol Sutarman meninjau persiapan pengamanan Pilpres 2014 di Sulawesi Tengah, serta memberikan arahan kepada personel Polda Sulawesi Tengah. (Ant)

.jpg)



0 komentar:
Posting Komentar