![]() |
| Jokowi buka rakornas penanganan narkoba. [Foto: Merdeka] |
Jakarta, Jurnalsulteng.com- Diam-diam Presiden Joko Widodo (Jokowi) sering meminta agar Komjen Budi Gunawan (BG) mundur sebagai calon kapolri. Tetapi permintaan itu sering ditolak oleh Komjen Budi. Kalemdikpol itu tetap menunggu putusan praperadilan.
"Setahu saya sudah ada beberapa kali permintaan itu diajukan," kata Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/2/2015).
Jokowi meminta agar Komjen Budi mundur sejak ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. "Opsi itu sudah ada sejak Pak BG ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK," tegasnya.
Presiden Jokowi sendiri akan mengambil keputusan terkait nasib Komjen Budi pada pekan depan. Soal waktu pastinya, Jokowi masih enggan membeberkan. Alasannya, presiden masih menunggu waktu yang tepat.
"Tapi setidaknya apa yang sudah dikatakan oleh Mensesneg itu sebetulnya opsi ideal yang dibayangkan dari kami. Jadi kalau opsi itu tidak bisa terjadi, maka kami akan mempersiapkan opsi lain sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Presiden," ujarnya.
Jika Presiden mengambil keputusan tidak melantik Komjen Budi, maka partai pendukung yang tergabung dalam KIH akan mendukung. Selama ini Jokowi sudah melakukan pertemuan dengan petinggi partai koalisi termasuk dengan Ketua Umum PDIP Soekarnoputri.
"Apapun keputusan Presiden, KIH seperti yang dikatakan Pak Sutiyoso akan mendukung keputusan Presiden," kata Andi.[Merdeka]





0 komentar:
Posting Komentar