>
Headlines News :
Home » » Fisik Korban AirAsia QZ8501 Sulit Diidentifikasi

Fisik Korban AirAsia QZ8501 Sulit Diidentifikasi

Written By Unknown on Jumat, 02 Januari 2015 | 22.22.00

Anggota Basarnas membawa satu dari empat jenazah korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 yang dibawa heli SeaHawk
 milik US Navy di Lanud TNI AU Iskandar Pangkalan Bun, Kalteng, Jumat (2/1/2015). [Foto: ANTARA]
Pangkalan Bun, Jurnalsulteng.com- Kondisi jenazah para korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 yang berhasil dievakuasi pada hari keenam sudah sangat sulit dikenali.

"Kalau sudah pembusukan lanjut, secara visual tidak mungkin lagi dikenali termasuk oleh keluarganya. Tidak bisa diidentifikasi," kata Kapusdokkes Mabes Polri, Brigjen Arthur Tampi di RSUD Sultan Imanuddin, Jumat (2/1/2015).

Pembusukan lanjut untuk jenazah di sungai biasanya terjadi setelah hari ketiga, sedangkan jenazah di laut akan mengalami pembusukan lanjut setelah hari kelima.

Saat pembusukan lanjut, fisik makin sulit dikenali. Bahkan dikhawatirkan, jenazah yang masih mengapung akan tenggelam karena bagian perut yang selama ini membuat mengapung, mulai rusak dan bocor.

Jika jenazah sampai tenggelam, maka pencarian akan makin sulit. Cara yang bisa dilakukan adalah menggunakan kemampuan tim penyelam, itupun cukup kecil kemungkinan jika lokasinya di laut.

Untuk mengidentifikasi jenazah yang sudah mengalami pembusukan lanjut, identifikasi bisa tempuh dengan meneliti bukti primer dari bagian tubuh jenazah tersebut.

"Bisa dengan tes DNA, rekam gigi dan sidik jari, itu primernya. Sedangkan properti dan rekam medis adalah sekunder atau tambahan. Tapi kalau ada salah satu primer maka itu tidak terbantahkan. Itu berlaku universal, internasional," jelas Arthur.

Rata-rata jenazah yang ditemukan sudah mengalami pembusukan lanjut. Identifikasi oleh tim DVI di RSUD Sultan Imanuddin hanya identifikasi awal untuk membantu sebelum identifikasi rinci di Surabaya.

Sudah 22 Korban Ditemukan

Sebanyak 12 jenazah korban pesawat AirAsia QZ8501, Jumat (2/1/2015), ditemukan Kapal USS Samson milik Amerika Serikat sehingga jumlah keseluruhan penemuan hingga sekarang mencapai 22 mayat.

"Helikopter UH60 Black Hawk US Navy sejak siang tadi mengantarkan 8 korban, dan 4 lagi masih di kapal Samson," kata Direktur Operasi Basarnar SB Supriyadi, di Posko Utama Lanud Iskandar Pangkalan Bun.

Kapolda Kalteng Brigjen Bambang Hermanu mengatakan 6 dari 12 jasad telah dievakuasi ke Rumah Sakit Sultan Imanudin Pangkalan Bun, Jumat.

Keenam jenazah tersebut terdiri dari 2 lelaki dewasa, 1 lelaki anak-anak dan 3 perempuan dewasa. Empat lainnya telah diantarkan Helkopter UH60 Blackhawk US Navy dan masih diidentifikasi.

"Empat jenazah lainnya itu baru datang kemudian masih dibawa ke Rumah Sakit. Intinya 10 jenazah yang telah di rumah sakit akan segera dikemas dan dikirimkan Surabaya hari ini," demikian Bambang yang dikutip dari Antara. [Ant]
Share this article :

0 komentar:

Jurnalsulteng.com on Facebook

 
Developed by : Darmanto.com
Copyright © 2016. JURNAL SULTENG - Tristar Mediatama - All Rights Reserved
Template by Creating Website
Proudly powered by Blogger