![]() |
| Jokowi |
Ia mengklaim 16 orang dari parpol itu bukan bagian dari kontrak politik dengan partai pengusung Jokowi-JK, yaitu PDIP, Nasdem, PKB, Hanura dan PKPI. Karena sejak awal ia tidak menjanjikan berapa kursi menteri yang akan masing-masing partai peroleh.
"Ya kalau yang namanya bagi-bagi kursi itu belum berangkat sudah (dijanjikan), ya ikut saya ya, saya beri empat. Gabung dengan saya ya saya beri tiga. Gabung dengan saya ya saya beri menteri utama," ujarnya seperti dikutip dari rakyat Merdeka Online, Selasa (19/9/2014).
Dan sekarang, ia mempersilahkan masing-masing partai pengusungnya mengajukan nama-nama yang akan mengisi calon menterinya.
"Bedanya mempunyai kalkulasi, kemudian kamu mau setor seratus nggak apa-apa. Setor 20 nggak apa-apa. Kamu setor 10 nggak apa-apa. Setor nama. Silahkan," tandasnya.
Katanya, Tim Transisi akan memilah nama-nama orang yang diajukan oleh masing-masing partai untuk ditempatkan di kabinet Jokowi-JK. Yang pasti, Jokowi janjikan jumlah menteri yang sesuai untuk partai yang memberi dukungan penuh padanya.
"Ya logikanya seperti apa. Misalnya PDIP saya beri satu, ya kan, Nasdem saya beri sepuluh. Logikanya masuk nggak? He-he-he," paparnya.
"Mesti ada logika-logika seperti itu. Ini sama saja kaya partai pemenang nggak jadi ketua dewan. Keliru lagi logikanya," tandasnya. [Rmol]





0 komentar:
Posting Komentar