>
Headlines News :
Home » , » Korban Banjir di Sigi Butuh Air Bersih

Korban Banjir di Sigi Butuh Air Bersih

Written By Unknown on Jumat, 23 Mei 2014 | 09.31.00

Ilustrasi
Palu, Jurnalsulteng.com - Seorang anggota DPRD Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah mengatakan ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan utama korban banjir di Desa Kamarora dan Kandidia sehingga pemerintah daerah perlu segera menangani masalah ini.

"Warga di dua desa yang dilanda banjir bandang dan tanah longsor saat ini sangat membutuhkan air bersih," kata anggota DPRD Sigi Paulina di lokasi bencana alam di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Sigi, yang dilansir dari antarasulteng.com, Jumat (23/5/2014).

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) meminta Pemkab Sigi segera melakukan langkah perbaikan terhadap semua fasilitas umum terutama air bersih.

Masyarakat yang bermukim di dua desa itu selama ini mendapatkan pasokan air bersih menggunakan pipa yang masuk ke rumah-rumah penduduk namun pipa itu rusak diterjang banjir

"Ada dua bak penampungan air yang dibangun pemerintah di Desa Kamarora dan Kadidia hanyut diterjang banjir," katanya.

Selain itu, sekitar hampir dua ratus pipa air rusak dan tidak bisa lagi digunakan sehingga harus diganti.

"Kami minta Pemkab Sigi untuk secepatnya membangun kembali agar masyarakat tidak lagi kesulitan air bersih," katanya.

Sementara Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi Resmin Rasse mengatakan saat ini, suplai air bersih untuk masyarakat di Desa Kadidia dan Kamarora menggunakan mobil tangki air milik Pemkab Sigi.

Selama sumber air dan jaringan pipa belum diperbaiki, kebutuhan air bersih masyarakat di dua desa yang dilanda bencana alam banjir dan tanah longsor itu akan dilayani mobil tangki air milik Pemkab Sigi, ujarnya.

Dia juga berharap semua fasilitas umum, termasuk jalan dan jembatan yang rusak mendapat perhatian dan penanganan secepatnya oleh Pemkab Sigi.

Selama masa tanggap darurat, para warga yang rumahnya rusak ditampung di posko penampungan pengungsi yang ada di Desa Kamarora.

Posko penampungan pengungsi menggunakan salah satu gereja di desa itu. Disamping gereja dibangun tenda darurat termasuk yang berfungsi sebagai dapur umum.(Ant)
Share this article :

0 komentar:

Jurnalsulteng.com on Facebook

 
Developed by : Darmanto.com
Copyright © 2016. JURNAL SULTENG - Tristar Mediatama - All Rights Reserved
Template by Creating Website
Proudly powered by Blogger