![]() |
| Ilustrasi |
Kepala BPS Sulawesi Tengah JB Priyono mengatakan, minyak mentah memberikan kontribusi terbesar terhadap ekspor selama September 2014 yang hampir 66,5 persen dari total nilai ekspor provinsi ini.
Minyak mentah Sulawesi Tengah berasal dari Kabupaten Morowali dan sebagian daerah di wilayah timur provinsi ini.
Dikutip dari Antara, Selasa (4/11/2014) Proyono menyatakan, BPS baru pertama kali mencatat ekspor minyak mentah dari Sulawesi Tengah selama 2014, sebelumnya penjualan komoditas tersebut nihil.
Sementara itu selama September 2014, nilai ekspor keseluruhan Sulawesi Tengah senilai 21,58 juta dolar AS, naik 20,86 juta dolar AS apabila dibandingkan bulan sebelumnya.
Sedangkan selama Januari-September 2014, nilai ekspor Sulawesi Tengah tercatat 71,05 juta dolar AS, yakni melalui Sulawesi Tengah sebesar 63,93 juta dolar AS, dan melalui provinsi lain sebesar sebesar 7,12 juta dolar AS.
Negara tujuan utama ekspor Sulawesi Tengah pada September 2014 adalah Singapura senilai 14,47 juta dolar AS atau 67,05 persen dari total nilai ekspor provinsi beribukota Palu ini.
Pada bulan yang sama, Pelabuhan Kolonodale di Kabupaten Morowali berperan dalam ekspor dengan nilai 14,35 juta dolar AS, atau 66,50 persen dari total nilai ekspor Sulawesi Tengah.
Sementara nilai impor Sulawesi Tengah tercatat 61,34 juta dolar AS selama September 2014 dan 90,31 juta dolar AS selama Januari-September 2014.[Ant]





0 komentar:
Posting Komentar