Ilustrasi |
Ketua Bawaslu NTT Nelce Ringu mengatakan, Pemilu 9 April lalu masih seperti Pemilu-Pemilu sebelumnya, yaitu banyaknya pelanggaran yang terjadi. Namun bedanya, Pemilu kali ini masyarakat sudah semakin sadar melihat persoalan Pemilu. Jadi masyarakatpun sudah banyak melakukan pelaporan-pelaporan pelanggaran terkait Pemilu.
"Pemilu kita sebenarnya dari segi kualitas belum mengalami perubahan, masih tetap seperti kemarin-kemarin. Tetapi kalau sekarang kita melihat ditemukan banyak pelanggaran yang ditangani oleh pengawas Pemilu dibandingkan dengan waktu-waktu yang lalu. Sementara masyarakat juga sudah cerdas sehingga saat masyarakat mendengar atau menemukan informasi-informasi terkait pelanggaran, mereka pun sudah dapat meneruskan informasi itu ke pengawas Pemilu," kata Ketua Bawaslu NTT Nelce Ringu di Kupang, Selasa (22/4/2014).
Nelce Ringu menyatakan bahwa perubahan masyarakat ini merupakan sesuatu yang positif karena masyarakat aktif untuk melaporkan pelanggaran.
Sebelumnya Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Kupang menyatakan telah terjadi pelanggaran di hampir semua Tempat Pemungutan Suara di Kota Kupang. Namun Panwaslu Kota Kupang belum bisa memastikan tentang jumlah pelanggaran karena masih dihitung dan terus dikumpulkan dari pengawas kecamatan dan lapangan.
Pelanggaran-pelanggaran itu seperti adanya form C1 yang tidak lengkap dan tidak diperoleh para saksi dan pengawas lapangan, kekurangan surat suara, surat suara tertukar bahkan ada yang hilang.
Berbagai pelanggaran yang terjadi ini masih sebatas pelanggaran administrasi dan kode etik.***
Sumber: portalkbr
0 komentar:
Posting Komentar