Palu - Selama priode Januari-April 2013, Bulog Sulawesi Tengah (Sulteng) telah menyerap beras petani di daerah itu sebanyak 3.109 ton dari target 20 ribu ton.
Kepala Perum Bulog Sulteng Damin Hartono di Palu, Jumat (3/4) mengatakan penyerapan terbesar beras produksi petani di Kabupaten Banggai.
Realisasi pengadaan di daerah yang terletak di bagian timur Sulteng itu mencapai 1.225 ton, Palu, Kabupaten Parigi Moutong, Sigi dan Donggala 850 ton, Kabupaten Poso 723 ton dan Taolitoli 309 ton.
Jika dibandingkan pada periode sama tahun sebelumnya, realisasi penyerapan selama kurun waktu empat bulan terakhir ini mengalami peningkatan cukup signifikan.
Ia mencontohkan, kalau pada Januar-April 2012 hanya 1.469 ton, pada Januari-April 2013 mencapai 3.109 ton. Padahal pada pengadaan 2013, Bulog Sulteng tidak mendapatkan dana insentif seperti yang terjadi sebelumnya. "Karena memang kita ditargetkan bisa mandiri tahun ini," katanya.
Ia mengaku dengan kondisi harga beras di tingkat petani rata-rata di atas harga pembelian pemerintah (HPP), memang Bulog Sulteng cukup sulit untuk bisa memenuhi target pengadaan yang ditetapkan 20.000 ton.
Masalahnya, lanjut Damin dana insentif tidak ada lagi, sebab Bulog Sulteng pada 2013 ini sudah ditargetkan mandiri dalam hal pengadaan beras.
Menurut dia, dengan tidak adanya dana insentif, sementara harga beras diatas HPP, maka Bulog Sulteng harus bekerja keras bagaimana bisa membeli beras petani dan memenuhi target pengadaan.
"Ini tentu menjadi tantangan bagi kami," katanya.
Agar bisa memenuhi target pengadaan sesuai yang diharapkan, Bulog Sulteng turun sampai ke petani di setiap daerah.
"Saya turun langsung mendatangi petani, kelompok tani, gapoktan dan pengusaha-pengusaha penggilangan padi yang ada di daerah-daerah sebagai salah satu upaya bagaimana bisa meningkatkan pembelian beras," katanya.
Dari beberapa kali kunjungannya ke daerah-daerah di Sulteng, ternyata banyak petani, pengusaha penggilingan, kelompok tani dan gapoktan yang belum begitu memahami keberadaan dan tugas pokok Bulog.
Selain turun langsung ke petani memberikan sosialisasi, Bulog juga dalam pembelian mengerahkan tenaga satgas dan Unit Pengolahan Gabah dan Beras (UPGB).
Upaya lainnya adalah menerapkan program on farm alternatif, kemitraan dan mandiri. "Program ini sudah berjalan di Sulteng dan sangat membantu Bulog dalam hal penyerapan beras petani," katanya.
Juga program tersebut akan membantu petani dalam meningkatkan pendapatan mereka karena produksi dan produktivitas meningkat.***
Sumber:antarasulteng.com
Kepala Perum Bulog Sulteng Damin Hartono di Palu, Jumat (3/4) mengatakan penyerapan terbesar beras produksi petani di Kabupaten Banggai.
Realisasi pengadaan di daerah yang terletak di bagian timur Sulteng itu mencapai 1.225 ton, Palu, Kabupaten Parigi Moutong, Sigi dan Donggala 850 ton, Kabupaten Poso 723 ton dan Taolitoli 309 ton.
Jika dibandingkan pada periode sama tahun sebelumnya, realisasi penyerapan selama kurun waktu empat bulan terakhir ini mengalami peningkatan cukup signifikan.
Ia mencontohkan, kalau pada Januar-April 2012 hanya 1.469 ton, pada Januari-April 2013 mencapai 3.109 ton. Padahal pada pengadaan 2013, Bulog Sulteng tidak mendapatkan dana insentif seperti yang terjadi sebelumnya. "Karena memang kita ditargetkan bisa mandiri tahun ini," katanya.
Ia mengaku dengan kondisi harga beras di tingkat petani rata-rata di atas harga pembelian pemerintah (HPP), memang Bulog Sulteng cukup sulit untuk bisa memenuhi target pengadaan yang ditetapkan 20.000 ton.
Masalahnya, lanjut Damin dana insentif tidak ada lagi, sebab Bulog Sulteng pada 2013 ini sudah ditargetkan mandiri dalam hal pengadaan beras.
Menurut dia, dengan tidak adanya dana insentif, sementara harga beras diatas HPP, maka Bulog Sulteng harus bekerja keras bagaimana bisa membeli beras petani dan memenuhi target pengadaan.
"Ini tentu menjadi tantangan bagi kami," katanya.
Agar bisa memenuhi target pengadaan sesuai yang diharapkan, Bulog Sulteng turun sampai ke petani di setiap daerah.
"Saya turun langsung mendatangi petani, kelompok tani, gapoktan dan pengusaha-pengusaha penggilangan padi yang ada di daerah-daerah sebagai salah satu upaya bagaimana bisa meningkatkan pembelian beras," katanya.
Dari beberapa kali kunjungannya ke daerah-daerah di Sulteng, ternyata banyak petani, pengusaha penggilingan, kelompok tani dan gapoktan yang belum begitu memahami keberadaan dan tugas pokok Bulog.
Selain turun langsung ke petani memberikan sosialisasi, Bulog juga dalam pembelian mengerahkan tenaga satgas dan Unit Pengolahan Gabah dan Beras (UPGB).
Upaya lainnya adalah menerapkan program on farm alternatif, kemitraan dan mandiri. "Program ini sudah berjalan di Sulteng dan sangat membantu Bulog dalam hal penyerapan beras petani," katanya.
Juga program tersebut akan membantu petani dalam meningkatkan pendapatan mereka karena produksi dan produktivitas meningkat.***
Sumber:antarasulteng.com
0 komentar:
Posting Komentar