![]() |
Ilustrasi |
"Buktinya, nilai rupiah terus melemah menyentuh Rp 13.700 per dolar. Bahkan di sebuah bank swasta sudah diperdagangkan di level Rp 14.000," kata pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rusli Abdullah dalam diskusi "Reshuffle Ala Jokowi, Ampuhkan?" di Sekretariat Humanika, Jakarta, Selasa (18/8/2015).
Menurut dia, persoalan atas kondisi saat ini bukan karena terkait kompetensi kabinet, tetapi karena Presiden Jokowi yang banyak memberi harapan palsu.
"Jadi reshuffle tidak akan mempengaruhi pasar," katanya.
Dia mengingatkan nilai tukar rupiah yang anjlok harus segera dikendalikan. Jika tidak maka akan menyebabkan inflasi, yang pada akhirnya akan melahirkan pengangguran dan kemiskinan.
"Kalau sudah demikian, akan timbul gejolak di masyarakat," tukasnya.[***]
Sumber; Rmol
0 komentar:
Posting Komentar